PENGHUNI Boarding House, rumah kos tempat Deudeuh Alfisahrin ditemukan tewas di kamarnya, mengeluhkan suasana kos yang mereka rasa semakin tidak nyaman.
Lina, salah seorang penghuni, mengaku ada yang berbeda setelah Deudeuh dibunuh teman kencannya, Sabtu (11/4) lalu. "Jadi enggak enak suasana di sini. Kalau malam nih, kayak ada yang perhatiin gitu," kata Lina di rumah kos di Jalan Tebet Utara I, No 15-C, RT 07/10, Tebet Timur, Jaksel, kemarin.
Pascaperistiwa pembunuhan itu, sebagian penghuni memilih pindah kos. Di Boarding House, kini tinggal tersisa tujuh penghuni. Bahkan Lina juga sudah punya rencana angkat kaki dari Boarding House bulan depan.
Kemarin, penyidik Jatanras Polda Metro Jaya membawa tersangka pembunuh Deudeuh, M Prio Santoso, ke rumah kos itu. Mereka melakukan prarekonstruksi peristiwa pembunuhan tersebut.
Polisi langsung membawa tersangka masuk ke kamar nomor 28, lantai tiga, kamar kos Deudeuh. Warga yang berkumpul di lokasi sontak berteriak saat polisi mengeluarkan tersangka dari dalam mobil. "Wuuuuuuu, stress lu, wuuu," teriak warga.
Dalam prarekonstruksi itu terungkap pelaku pulang ke Bogor dan membuang kunci kamar kos korban di selokan samping Stasiun Cawang.
"Saya takut bawa kunci itu dan takut juga ketahuan istri, makanya saya buang," kata Prio. (MTVN/Gol/J-1)