PEMERINTAH Kota Depok perlu merevitalisasi pasar tradisional untuk menghilangkan kesan kumuh, kotor, dan bau di pasar-pasar itu. Anggota Komisi Keuangan dan Aset Daerah DPRD Kota Depok Bernhard Simorangkir mengatakan langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional, baik yang dikelola Pemkot Depok ataupun swasta.
''Kalau tidak, pasar-pasar tradisional akan tergerus pasar modern,'' ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkot Depok juga harus mengajak seluruh pedagang pasar untuk membentuk jaringan pasar tradisional sehingga menyatukan rantai perdagangan yang kuat.
''Pemkot perlu mengajak pedagang pasar tradisional untuk memperbaiki citra buruk di sana. Sebab, bukan tidak mungkin pasar tradisional akan ditinggalkan masyarakat karena muncul pasar-pasar modern,'' ujar politikus Partai Hanura itu.
Saat ditemui terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasyim berpendapat, keberadaan pasar tradisional harus dipertahankan. Karena itu, Pemkot perlu merevitalisasi pasar-pasar tersebut agar lebih bersih dan tertata dengan baik.
''Pasar tradisional harus dipertahankan. Karena ada kekhasan di sana. Penjual dan pembeli dapat bertemu langsung dan punya hubungan kultural yang sangat intim. Hal demikian tidak akan kita temui di pasar modern.''
Terkait pengelolaan pasar, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Pasar (KUMKMP) Kota Depok Achmad Kafrawi mengakui, pasar tradisional yang operasionalnya dikelola pemerintah saat ini, masih belum maksimal. Banyak kios-kios kosong yang telantar karena ditinggalkan pedagang, sebab barang dagangannya tak laku.
''Ke depan, kami akan melakukan revitalisasi pasar-pasar dengan menyerupai pasar modern untuk memikat masyarakat berbelanja,'' tuturnya.
Ia pun khawatir, masyarakat yang tidak nyaman berbelanja dengan kondisi pasar tradisional saat ini, lama-kelamaan bisa beralih ke pasar modern yang lebih bersih dan tertata rapi. ''Upaya revitalisasi menjadi solusi tepat, agar kondisi pasar bisa sehat dan nyaman," ujarnya.
Warga yang mengendarai sepeda motor berjalan perlahan saat melewati Pasar Cisalak. MI/Agus Mulyawan
Salah satu pasar tradisional yang siap digarap tahun ini ialah Pasar Cisalak. Pembangunan pasar di atas lahan seluas dua hektare itu diperkirakan menelan dana APBD sebesar Rp140 miliar. Proyek yang dimulai awal April 2015 tadi diharapkan rampung dalam dua tahun.
''Pasar Cisalak yang terbakar 26 Maret 2013 itu akan disiapkan menjadi pasar tradisional berbasis pasar modern. Lokasi ini diperuntukkan bagi pedagang Pasar Cisalak dan yang berdomisili di Kota Depok. Pasar Cisalak tentu menjadi tumpuan hidup banyak orang dan tetap menjadi aset pemerintah,'' paparnya.
Pemerintah, kata dia, berkomitmen tidak menyerahkan pembangunan dan pengelolaan pasar tradisional kepada investor.
Saat ini, lanjut Kafrawi, Dinas KUMKMP Kota Depok sedang berkoordinasi dengan Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kota Depok terkait rencana pembangunan pasar modern yang berbasis pasar tradisional itu. ''Kami sedang bahas dengan Distarkim terkait rencana itu. Karena Distarkim sendiri yang mengelola pembangunan,'' tukasnya.(KG/J-4)