Menabung Sabar di Tanah Abang

MI/DENY ARYANTO
15/4/2015 00:00
Menabung Sabar di Tanah Abang
(ANTARA/ZABUR KARURU)
SETIAP pengemudi kendaraan yang melintas di sekitar Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, tak punya pilihan selain bersabar, menahan emosi, dan merelakan tubuh bermandi peluh. Tak ada satu pun pengendara yang bisa mengelak dari kemacetan luar biasa yang terjadi setiap hari di sana. Simpul kemacetan parah kerap terjadi mulai Pasar Blok A hingga depan Pasar Blok G. Dengan puncak kemacetan pada pukul 13.00-17.00 WIB.

Kesemrawutan jalanan dipicu kesibukan aktivitas pasar. Tidak hanya hilir mudik pengunjung, operasional kuli angkut barang yang lalu lalang di Pasar Blok A Tanah Abang turut menimbulkan kemacetan. Sepeda motor yang biasanya bisa menyalip di sela mobil-mobil yang terkurung kemacetan bahkan tak bisa bergerak karena terhalang para kuli angkut yang membawa gerobak secara berlawanan arah.

"Mas, bawa barang cari jalan yang benar dong. Ini sudah macet malah dibikin tambah parah," celetuk salah seorang pengendara motor yang sudah habis kesabaran.

Namun, para kuli angkut sudah kebal umpatan karena aktivitas angkut barang sudah menjadi keseharian mereka. Ketika macet sedang di titik terparah, bisa-bisa butuh waktu setengah jam bagi kendaraan roda empat untuk bisa menempuh jalan yang berjarak hanya sekitar 100 meter itu.

Ujung dari simpul kemacetan itu ada di depan pintu masuk dan keluar Pasar Blok A Tanah Abang. Salah satu lajur dari arah Jalan KH Mas Mansyur dan Jatibaru dikuasai belasan Mikrolet 08 jurusan Tanah Abang-Kota, dan Mikrolet 10 jurusan Tanah Abang-Jembatan Lima yang mengetem. Akibatnya, kendaraan lain hanya bisa bergantian melintas di badan jalan yang tersisa.

Berada di antrean paling depan, Lukman, 38, pengemudi Mikrolet 08, masih terlihat santai menunggu penumpang meski kendaraan yang dikemudikannya sudah terisi delapan orang. Bunyi klakson yang berkali-kali dibunyikan pengemudi kendaraan lain seakan tak mengusik telinganya untuk segera tancap gas.

"Emang biasa ini tempat ngetem. Ini juga kan ada antreannya. Kasihan juga orang yang mau naik, biar cepat jalan," ujarnya tak peduli.

Dalam menanggapi kondisi itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Bona Tongam mengatakan pihaknya sudah berulang kali melakukan penertiban pada titik dimaksud. Menurut dia, yang paling sulit ialah mengubah pola perilaku pengemudi yang bersangkutan.

"Sudah banyak angkutan umum yang kita tilang sampai kandangkan, tapi pengemudi masih saja nakal. Ada 155 berkas acara pemeriksaan tilang cuma di Tanah Abang. Tiap hari, petugas Sudin Perhubungan Jakarta Pusat sudah kami sebar di sekitar Tanah Abang," jelasnya.

Guna mengurai kemacetan, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat juga telah memberlakukan buka-tutup dua lajur keluar dari Pasar Blok A. (J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya