(Sumber: Kementerian PU/Grt/Foto: ANTARA/Grafis: SENO)
TIANG-TIANG beton berukuran tinggi 15-20 meter berdiri kukuh di sepanjang tepi Kalimalang yang berdampingan dengan Jalan KH Noer Ali, Kota Bekasi.
Tiang-tiang yang dibangun di sisi utara dan selatan jalan itu merupakan bagian dari konstruksi tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Kini pengerjaan konstruksi tol tersebut tengah dilanjutkan lagi setelah vakum selama 15 tahun lebih.
Proyek infrastruktur itu dikerjakan di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun, pengerjaan fisiknya dilakukan oleh PT Waskita Karya.
Setelah pembangunnya selesai, tol sepanjang 21 kilometer itu akan menghubungkan Jalan Casablanca, Jakarta Timur-Duren Jaya, Bekasi. Dengan demikian, jalan itu diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di tol dalam kota menuju Bekasi dan di sepanjang jalan raya Kalimalang yang selalu macet setiap hari.
Kepala Dinas Binamarga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, dalam pengerjaan Tol Becakayu, Pemerintah Kota Bekasi hanya bertugas menyediakan lahan. Di wilayah Kota Bekasi terdapat sejumlah kawasan yang terkena proyek tersebut, mulai Pasar Sumber Arta, Bekasi Barat, sampai Rawatembaga, Bekasi Selatan.
Berdasarkan pantauan di lapang-an, di Bekasi sedikitnya ada tiga titik pembangunan tiang pancang yang tengah dilakukan, yakni di sekitar Pasar Sumber Arta, Jalan Caman Raya, dan Jakasampurna. Saat ini puluhan pekerja sibuk membangun tiang pancang dengan menggunakan alat berat.
Akibat pembangunan itu, lalu lintas di Jalan KH Noer Ali mengalami kemacetan, yaitu di Caman Raya dan Pasar Sumber Arta.
Titik kemacetan terparah berada di sekitar Pasar Sumber Arta karena badan jalan menuju Bekasi ataupun Jakarta menyempit, dari semula dua jalur menjadi satu jalur. Penyempitan terjadi lantaran sebagian badan jalan digunakan untuk membangun tiang tol layang.
Direktur Operasi I PT Waskita Karya (Persero) Desy Ariyani mengatakan pembangunan Tol Becakayu yang mulai dikerjakan lagi pada akhir Desember 2014 kini sudah mencapai 13,9%.
"Sampai saat ini progres pemasangan tiang pancang sudah mencapai 7.563 titik dari rencana awal 1.227 titik. Kami mengerahkan sembilan unit alat pancang," kata Desy ketika dihubungi, pekan lalu. Rp7,2 triliun Ia menjelaskan pengerjaan proyek dilakukan secara simultan mulai Jakasampurna, Kota Bekasi, sampai depan Kampus Universitas Borobudur di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Ia menargetkan pembangunan tol tersebut selesai pada akhir 2017.
Bersamaan dengan pembangunan tiang pancang, tuturnya, pihaknya juga masih terus membebaskan sejumlah lahan milik warga di wilayah Jakarta Timur. Desy mengaku proses tersebut menghadapi hambatan administratif, di antaranya harus menunggu tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T) yang tengah melakukan negosiasi. Hambatan lain yang ditemui ialah keberadaan utilitas di udara ataupun di dalam tanah yang akan dibangun.
Pengerjaan Tol Becakayu terdiri dari dua seksi. Seksi pertama, yakni ruas Jalan DI Panjaitan-Casablanca, Jakarta Timur-Jakasampurna, Bekasi Barat, sepanjang 11,8 kilometer.
Adapun seksi kedua mulai Jakasampurna, Bekasi Barat hingga Jalan Raya Ganda Agung, Bekasi Timur, sekitar 9,2 kilometer. Investasi yang ditanamkan untuk pembangunan tol sepanjang 21 km tersebut mencapai Rp7,2 triliun.
Setelah selesai, Tol Becakayu memiliki lima pintu keluar dan masuk, yaitu Ramp NS Link, Cipinang 1 dan 2, Jatiwaringin, Pondok Kelapa, serta Ramp Patriot, ditambah dengan Ramp Panjaitan yang khusus untuk pintu masuk. (J-2)