Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan DKI Jakarta menemukan sebanyak 15% pengemudi angkutan Lebaran tidak layak jalan. Penemuan itu berlangsung sejak 29 Mei 2019 melalui pemerksaan kesehatan di terminal-terminal.
"Ditemukan oleh Dinas kesehatan 15% pengemudi tidak layak jalan. Kita bersyukur mengidentifikasi itu. Kalau tidak, risiko kecelakaan di jalan meningkat," Kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kunjungan kerja di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu (1/6).
Dijelaskanya, kebanyakan dari pengemudi yang tidak layak jalan akibat kurangnya waktu istirahat sehingga memiliki tekanan darah yang tinggi.
"Kebanyak karena tekanan darah tinggi, mungkin karena kurang tidur jadi tekanan darahnya tinggi, ada juga yang gula darahnya tinggi," jelasnya.
Ia mengatakan, seluruh pengemudi angkutan luar kota yang menaiki dan menurunkan penumpang di Terminal Kampung Rambutan akan dilakukan pengecekan kesehatan oleh Dinas Kesehatan.
"Semua kendaraan yang masuk ke sini, pengemudinya harus diperiksa kesehatan dan proses pemeriksaan kesehatan sama di semua terminal, kemudian dari situ dideteksi siapa yang bermasalah dan siapa yang tidak," ungkapnya.
Ia menambahkan, semua pengemudi yang akan melakukan perjalanan diharuskan memiliki surat layak mengemudi dari Dinas Kesehatan yang memeriksa di tiap-tiap terminal.
"Mereka sebelum menyetir itu harus mendapatkan surat layak mengemudi yang dikeluarkan Dinas Kesehatan yang memeriksa mereka di tiap terminal. Itu bagian dari usaha kita untuk menjamin pemudik bisa pulang karena pengemudinya sehat," pungkasnya.
Dapat diketahui, mulai 29 mei 2019 hingga 31 mei 2019, sebanyak 1.224 bus berangkat dari Terminal Kampung Rambutan dengan total 33.197 penumpang. Sementara itu, sebanyak 2.066 bus tiba di Terminal Kampung Rambutan dengan total 22.234 penumpang.
Tes urine
Tidak jauh dari kawasa Jakarta Timur, tepatnya di Terminal Induk Kota Bekasi sebanyak 80 pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dilaporkan juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine. Pemeriksaan itu untuk memastikan kondisi awak bus sebelum mengangkut pemudik.
"Tes urine bagi sopir bus dilakukan untuk memastikan si sopir angkutan Lebaran dalam kondisi baik dan sehat sebelum mengangkut pemudik," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Kota Bekasi Kota Komisaris Sigit, Jumat (31/5).
Menurut Sigit, pemeriksaan itu dilakukan demi memberi rasa aman kepada warga sehingga pemudik yakin bahwa bus yang mereka tumpangi itu bebas dari penyalahgunaan obat terlarang.
"Ini langkah antisipasi kita, supaya masyarakat bisa lebih aman. Ini kan kaitannya dengan nyawa orang karena saat musim mudik ada lonjakan penumpang," kata Sigit.
Sigit menjelaskan, seluruh sopir, termasuk yang baru datang, langsung mengikuti tes urine. Dalam tes itu ada tiga zat yang diuji, yaitu amphetamin, morfin, dan ganja. Hasilnya, semua sopir bus negatif.
Kasat Lantas Polres Metro Kota Bekasi AKBP Ojo Ruslani menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri. Dirinya mengimbau agar pengemudi tidak kebut-kebutan di jalan dan patuhi rambu-rambu lalu lintas.
"Semoga langkah antisipasi yang dilakukan jajaran Polres Metro Bekasi Kota dibantu pemerintah melalui UPTD Puskesmas Marga Mulya ini bisa mengantisipasi kecelakaan yang diakibatkan human error atau kendaraan yang tidak layak jalan," tandas Ojo. (Rif/Gan/X-6)
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved