Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Depok, Jawa Barat yang akan mudik ke kampung halamannya pada hari Raya Idul Fitri tahun ini sudah bisa menggunakan Terminal Jatijajar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, terminal tipe A tersebut sudah bisa melayani pemudik tahun ini. Sebelumnya pemudik dari Depok lebih sering menggunakan terminal bayangan yang ada di Simpang Depok, Palsigunung, dan Margonda Raya.
"Kami siap melayani para pemudik yang akan berangkat dari Terminal Tipe A Jatijajar," ungkap Dadang kepada Media Indonesia , Rabu (8/5).
Dijelaskan Dadang, sejak diresmikan pada 2017, terminal itu belum difungsikan secara maksimal karena masih kekurangan banyak fasilitas pendukung. Salah satunya akses langsung masuk ke terminal dari simpang Raya Bogor dan akses keluar jalan tol.
Jika dimaksimalkan, Terminal bisa menampung semua bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang masuk dan keluar. Dengan demikian, volume bus luar kota yang masuk ke dalam Kota Depok bisa dikurangi.
Terminal bus di simpang Raya Bogor, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, itu akan menjadi pusat naik dan turun penumpang bus antarkota dan AKAP rute jawa barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Baca juga : Polisi Pastikan tidak Ada Ganjil-Genap Saat Mudik
Bus-bus dengan tiga rute itu tak lagi diperbolehkan menaikkan dan menurunkan penumpang selain di Terminal Tipe A Jatijajar.
Menurut Dadang, akan ada 1.252 perusahaan otobus (PO) yang akan menempati Terminal Tipe A Jatijajar pada Hari Raya Idul Fitri 2019, pulang pergi (PP).
Begitupun dengan penumpang, akan ada pula 22.922 orang warga dari Kota Depok yang akan berangkat ke kampung halaman berlebaran ke Jawa barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Selain itu, pihak Dishub Kota Depok juga akan melakukan uji narkoba melalui urine terhadap setiap pengemudi yang akan membawa para pemudik.
"Jika hasil uji narkoba tidak ada masalah dan kendaraan dalam keadaan baik, dilihat dari data kir, bus akan kami berangkatkan," ujar Dadang.
Dia melanjutkan, pihaknya menjamin keamanan para pemudik di Terminal Tipe A Jatijajar, sebab akan ada petugas keamanan dari pihak kepolisian dan dinas perhubungan yang akan berjaga selama 24 jam.
”Kita akan disediakan informasi tentang jumlah bus yang datang dan berangkat, serta jumlah penumpang," tutur Dadang, yang memerkirakan puncak mudik akan terjadi pada H-3 atau H-4 Lebaran. (OL-8)
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Berbagai fasilitas pendukung telah disediakan, antara lain ruang laktasi, toilet khusus perempuan dan anak, ruang bermain anak, serta fitur KAI Female Seat Map
Personel profesional ditugaskan untuk memastikan keamanan pemudik maupun awak bus hingga 5 Januari 2026 mendatang.
Kepala Dishub Kota Bekasi Zeno Bachtiar memastikan seluruh armada yang beroperasi di Terminal Induk Kota Bekasi dalam kondisi siap melayani penumpang.
Kepala Terminal BRPS Pekanbaru Bambang Armanto mengatakan peningkatan jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang belum terjadi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron turut buka suara terkait dengan keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga industri strategis nasional
Kedelapan terminal penumpang itu antara lain berada di Tanjungpinang, Sibolga, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Emas, Gresik, Lembar, Bima dan Parepare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved