Polisi Antisipasi Aksi Balap Liar di Bulan Suci

Rifaldi Putra Irianto
06/5/2019 14:00
Polisi Antisipasi Aksi Balap Liar di Bulan Suci
Sejumlah pemuda saling beradu kecepatan memacu sepeda motor pada ajang balap liar di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.(MI/RAMDANI)

UNTUK mengatisipasi aksi balap liar selama Bulan Suci Ramadan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait dalam melakukan operasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas, di sejumlah titik kerawanan di Jakarta.

"Hal yang kita lakukan adalah koordinasi dan kerja sama. Operasi ini akan melibatkan semua pihak yaitu Polri Dishub, Satpol-PP, PD Pasar Jaya, serta PAM internal obyek kuliner," kata Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir saat dikonfirmasi, Senin (6/5).

Adapun aturan pelarangan balap liar tercantum dalam Pasal 115 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturan itu menyatakan pengemudi kendaraan bermotor di jalan dilarang berbalapan dengan kendaraan bermotor lain. Pengendara yang berbalapan di jalan akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp3 juta.

"Pelanggaran balap liar memang melanggar undang-undang lantas dan dapat ditindak," jelas Nasir.

Baca juga: Polisi Tingkatkan Kamtibmas di Bulan Ramadan

Ia mengatakan kegiatan ini akan melibatkan personel wilayah, pihaknya akan mengedepankan pola preventif dalam menerapkan operasi tersebut, pola preventif yakni pola dengan melakukan pendekatan patroli dan penempatan personel pada titik dan jam.

"Pengamanan dalam mencegah balapan liar dilakukan oleh semua unsur pengamanan setempat. Satuan terdepan kewilayahan, polsek koramil, dan kelurahan setempat dengan melibatkan pokdarkamtibmas," tuturnya Nasir.

Dikatakanya, adapun titik paling dominan yakni di area perkantoran, pasar tradisional, pasar modern, lokasi kuliner (menjelang buka puasa), pasar kaget yang ada di sepanjang jalan dan lokasi permukiman.

Nasir mengatakan, titik rawan ini bisa bergeser namun situasional dalam jangka pendek. (OL-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya