Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Ramadan, masyarakat silih berganti datang berziarah ke makam keluarga maupun kerabat sejak pagi hingga siang. Ramainya peziarah di tempat pemakaman umum (TPU) jelang Ramadan, dijadikan momen untuk mencari rezeki.
Telihat sepanjang Jalan Palem Raya, Joglo, Jakarta Barat dengan meja kayu, para pedagang musiman menjualkan kembang dalam bungkusan plastik hingga botol berisi air mawar.
Baca juga: Jelang Ramadan, Tanah Kusir Diserbu Peziarah
"Kembangnya mas, masih segar, Rp10 ribu, beli dua Rp15 ribu," teriak salah seorang penjual menawarkan dagangannya di depan TPU Joglo, Minggu (5/5).
Salah seorang pedagang musiman, Suryani, 50, mengaku bila saat jelang ramadan seperti saat ini dirinya dapat menghasilkan Rp200 ribu per hari.
"Saya hanya jualan kembang, dua minggu jelang Ramadan, lumayan pendapatanya bisa sampai Rp200 ribu per hari," jelasnya.
Ia menjelaskan untuk satu kantong kembang ia menjual dengan harga Rp10 ribu, jika dua kantung Rp15 ribu, sementara harga untuk satu botol air mawar di jual seharga Rp10 ribu.
"Jelang Ramadan gini, dalam sehari bisa habis kurang lebih 15 hingga 20 kantung," jelasnya.
Sementara itu, para penjual jasa bersih-bersih makam terlihat menawarkan jasanya di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Salah seorang penjual jasa bersih-bersih makam, Yudi, 32, mengaku dua minggu jelang bulan suci Ramadan sudah memulai menjualkan jasanya.
"Saya biasanya bekerja sebagai tukang parkir di daerah sini. Namun, dua minggu terakhir beralih menjadi tukang bersih-bersih makam, " kata Yudi di TPU Tanah Kusir
Baca juga: Diskotek dan Mandi Uap di Jakarta Setop Operasi Selama Ramadan
Ia mengaku menjualkan tenaganya seharga Rp20 ribu, namun tak jarang pengunjung yang memberikan imbalan lebih dari tarif jasanya. "Kalau saya kasih tarif Rp20 ribu, tapi dari kemarin tidak sedikit yang kasih lebih, bahkan ada yang sampai Rp50 ribu, " jelasnya.
Dalam satu hari, ia mengaku dapat menghasilkan sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Bermodalkan sapu lidi hingga sarung tangan, ia siap membersihkan makam dari rumput-rumput liar dan sampah dedaunan yang mengotori makam. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved