Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus fokus pada perbaikan infrastruktur layanan dasar, khususnya air bersih, limbah dan sanitasi.
Ia pun meminta Pemprov memasukkan pembangunan infrastruktur air bersih, pengelolaan air limbah dan sanitasi ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020.
Hal itu disampaikannya dalam Sidang Pleno Musrenbang Provinsi DKI Jakarta hari ini di Balai Kota DKI.
"Khususnya kita bicara mengenai air bersih dan sanitasi karena bagaimana pun masih ada warga DKI yang belum menikmati sarana sanitasi yang layak. Apalagi air bersih layak khususnya air bersih yang disalurkan melalui rumah tangga," kata Bambang.
Baca juga: Persoalan Sanitasi Indonesia masih Panjang
Dalam kesempatan yang sama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pihaknya sedang melakukan pembahasan termasuk soal pendanaan terkait sumber pendanaan.
Ia ingin memperluas layanan infrastruktur dasar bukan hanya sekadar memperbaiki sanitasi, limbah dan pembangunan infrastruktur air bersih, tetapi juga memberikan layanan pipa gas dan juga listrik.
"Sedang di working level. Saat ini ada diskusi lebih jauh mengenai sumber-sumber pendanaannya, sehingga pembangunan infrastruktur dasar mulai dari rumah tangga ya. Jadi jangan hanya yang di luar rumah. Infrastruktur dasar itu air bersih, sistem pengelolaan air limbah , kemudian pipa gas, listrik untuk setiap rumah," ungkap Anies.(OL-5)
Warga mengisi wadah dengan air bersih dari sumber mata air di Desa Kaleke, Sigi, Sulawesi Tengah.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Efektivitas layanan air bersih tidak hanya bergantung pada infrastruktur pipa, tetapi juga pada manajemen penyimpanan di tingkat rumah tangga.
Ia menekankan, kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama bagi warga yang belum memiliki sarana penampungan air.
PAM Jaya berkomitmen mengakselerasi perluasan jangkauan layanan air bersih agar mampu mengover seluruh wilayah DKI Jakarta secara total pada 2029.
Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5.000 warga Palestina yang kekurangan akses air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved