Ke Jakarta Kumenyelinap di Garuda

Sumantri/Tesa Oktiana Surbakti
08/4/2015 00:00
Ke Jakarta Kumenyelinap di Garuda
(MI/Caksono)
PESAWAT Garuda Indonesia GA 177 Boeing 737-800 rute Pekanbaru-Jakarta pukul 15.15 WIB  mendarat mulus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ­Cengkareng, Tangerang, kemarin (Selasa, 7/4/2015).

Namun, saat pesawat parkir di apron, seorang pemandu pesawat parkir  tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya seorang pria turun dari roda belakang, kemudian berjalan terhuyung-huyung. Petugas itu pun dengan sigap  meringkusnya.

Kala ditangkap, pria itu dalam kondisi lemah. Jari-jarinya membiru dan telinganya mengeluarkan darah. Selanjutnya, penumpang gelap itu dibawa ke Kantor Kesehatan dan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 2F. ''Dia ingin melihat Jakarta, tanah kelahirannya,'' kata VP Corporate Communication Garuda Pujobroto mengutip penumpang nekat itu saat dihubungi, kemarin.

Pria nekat yang mengenakan kaus biru muda ini bernama Mario Steven Ambarita, 21, warga Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Hingga kemarin petang, ia masih dirawat dengan kondisi masih diinfus di pos kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan, Mario berhasil menyelinap ke ruang roda Garuda setelah menembus kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru yang merupakan kawasan terlarang (restricted area).

Belum diketahui detail bagaimana Mario memasuki landasan pacu bandara yang dikelilingi pagar pembatas. ''Entah bagaimana ia bisa masuk ke daerah tersebut,'' tutur Pudjo.

Kasus penumpang gelap bersembunyi di roda pesawat bukan kali pertama terjadi. Pada 18 Februari 1981, Tarsono, warga Semarang, terbang dari Semarang ke Jakarta dengan ngumpet di roda belakang pesawat Mandala.

Pada 23 September 1997, dua remaja, Manto Manurung dan Siswandi Nurdin Simatupang, ditemukan menggigil di ruang roda Garuda Airbus A300-B4. Ia menumpang pesawat dari Medan ke Bandara Soekarno-Hatta.

Terkait aksi gilanya, Mario mengatakan hanya ingin melihat Jakarta. Kemudian dia juga mengungkapkan ingin menemui Presiden Joko Widodo. ''Alasannya ingin ketemu dengan Pak Jokowi,'' ujar Kasubbag Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, E Sutrisna, di polres bandara, tadi malam.

Pihak otoritas bandara pun membawa Mario ke polres bandara untuk diamankan. Demi kelancaran pemeriksaan, Mario sementara ditahan di polres. ''Untuk sementara yang bersangkutan dititipkan di polres bandara,'' imbuhnya.

Mario sendiri enggan diwawancarai wartawan. Ia hanya diam sambil menutupi mukanya dengan sehelai kain.

Banyak jalan memang menuju Jakarta. Namun, aksi nyeleneh Mario menumpang pesawat secara ilegal selama 1 jam 40 menit di atas ketinggian 30 ribu-34 ribu kaki sungguh tak layak ditiru. (X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya