Lokasi Pakir Kejari Depok Rawan Pencurian

Kisar Rajaguguk
26/2/2019 18:20
Lokasi Pakir Kejari Depok Rawan Pencurian
(Ilustrasi--Thinkstock)

PARKIRAN Kejaksaan Negeri Kota Depok rawan pencurian modus pecah kaca mobil. Terbukti atas kejadian kaca sebelah kanan bagian depan dua unit mobil jenis Toyota Fortuner dan Honda CR-V yang tengah parkir ditemukan dalam keadaan pecah.

Satu mobil yang dibobol pencuri, yakni milik jaksa fungsional Kejaksaan Negeri Kota Depok Tri Setyobudi. Satu unit laptop senilai Rp10 juta berisi data kegiatan kerja dan berikut sejumlah uang raib digasak pelaku pencurian. Sedangkan satu lainnya, mobil milik salah satu tamu Pengadilan Negeri Kota Depok. Dari mobil tamu pengadilan, satu unit Laptop raib.

Baca juga: Polda Akan Sosialisasikan Narkotika Jenis Baru Pada Masyarakat

Mobil Toyota Fortuner putih Nomor: B 888 UTR milik Tri Setyobudi dan mobil Honda CR-V warna hitam milik tamu pengadilan parkir di luar pagar Kejaksaan Negeri Kota Depok dengan posisi menghadap ke arah sebelah selatan.

Kepala Seksi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Kota Depok Firman Sirait mengatakan insiden pencurian itu terjadi pada Senin (25/2), dan diketahui setelah Tri selesai menyidangkan kasus tindak pidana umum di Pengadilan Negeri Kota Depok pukul 17.00 WIB. Diduga pelaku diperkirakan lebih satu orang.

Dari mobil Toyota Fortuner milik Tri, raib satu unit Laptop berisi data kasus umum berikut sejumlah uang. Dari mobil tamu pengadilan pun juga raib satu unit Laptop.

“Dari dua mobil yang dipecah, hilang masing-masing satu unit laptop. Kaca mobil melompong seukuran tubuh orang dewasa, “ katanya Selasa (26/2).

Tri, terkejut saat hendak pulang. Ia melihat kaca bagian sebelah kanan hancur akibat dipecah orang tak dikenal. Laptop dan sejumlah uang yang ditaruh di jok mobil pun lenyap. Didampingi adiknya, Tri melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Satu tim dari Polsek Sukmajaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas identifikasi mencari sidik jari pelaku. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sukmajaya Inspektur I Suprihatin mengatakan masih menyelidiki kasus tersebut. Ia enggan berspekulasi apakah ada keterkaitan perkara yang ditangani Tri dalam kejadian tersebut. "Kita masih selidiki. Memang ada satu laptop yang hilang. Nilai laptop itu lebih Rp10 juta, " kata Suprihatin.

Baca juga: Ketua DPRD: Perombakan Jabatan Jangan Berbau Politis

Saat di konfirmasi Media Indonesia, ia menyebut CCTV yang terpasang di dekat lokasi kejadian sedang tidak mengarah pada mobil korban.

"CCTV hidup tapi kita tidak mendapatkan record gambar peristiwa itu karena pada saat kejadian sedang tidak mengarah ke lokasi," jelasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya