Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, merotasi 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI, kemarin. Dari 1.125 jabatan administrator dan pengawasan yang dirombak, 15 di antaranya merupakan pejabat pimpinan tinggi pratama.
Perombakan itu dilakukan di hampir seluruh satuan unit kerja di antaranya, inspektorat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), wali kota administrasi dan kabupaten administrasi, sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dinas, badan dan biro.
Anies menyampaikan perombakan itu merupakan bagian dari agenda Pemprov DKI untuk penyegaran dan kebaruan dalam struktur organisasi yang ada di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, perombakan itu juga memberikan kesempatan bagi tiap pejabat untuk mengasah kemampuan dan pengembangan kompetensi diri.
“Ini bagian dari pengembangan skill set untuk menumbuhkan kompetensi, menambah pengalaman, menambah keterampilan yang baru, hingga mendapatkan ruang untuk menumbuhkan kemampuan,” ujar Anies saat melantik para pejabat tersebut.
Selanjutnya, ia juga meminta kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk menerima tugas barunya sebagai bentuk penghormatan pemprov.
“Pesan saya, terima ini sebagai kepercayaan. Amanat ini jangan dipandang sebagai beban, tapi ini merupakan kehormatan. Indonesia punya banyak kota dan provinsi, tapi di Jakarta semua keputusan besar dibuat,” terangnya.
Selain itu Anies juga menyatakan pejabat yang baru saja dilantik bukan sekadar mengucap janji, melainkan sumpah, dan harus berkomitmen pada sumpah itu. Lebih jauh, ia meng-instruksikan kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk menghormati dan mengayomi warga DKI Jakarta.
Ini merupakan keempat kalinya Anies melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Pemprov DKI Jakarta selama masa pemerintahannya. Perombakan pertama dilakukannya pada 5 Juli 2018. Saat itu, Anies merombak 22 pejabat eselon II, lima wali kota dan satu bupati.
Perombakan kedua dilakukan pada 25 September 2018 terhadap 11 pejabat tinggi pratama dan administrator.
Yang ketiga dilakukannya pada 9 Januari 2019 lalu. Ketika itu, Anies diam-diam merombak tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved