Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAFRUDDIN nanar memandang deretan kapal yang hangus terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Api yang berkobar, Sabtu (23/2) malam, itu, telah menghanguskan 34 kapal penangkap ikan.
“Kalau satu atau dua kapal terbakar, saya sudah sering melihat. Tapi ini lebih dari 30 kapal yang terbakar,” keluh pria yang mulai melaut sejak lima tahun silam itu.
Parkir kapal yang berdempetan diduga menjadi penyebab kebakaran itu cepat meluas. Namun, Udin, panggilan pria itu, punya jawaban tambahan.
“Saat api muncul, banyak kapal yang mesinnya dalam kondisi mati. Untuk menghidupkannya butuh waktu cukup lama, sehingga banyak kapal tidak bisa menghindar,” tandasnya.
Musibah kebakaran kapal secara massal bukan pertama kali terjadi di Tanah Air. Sebelumnya, pada Juli tahun lalu, sebanyak 40 kapal penangkap ikan yang tengah parkir di Pelabuhan Benoa, Bali, juga ludes dilalap api.
Kerugian nelayan dan pemilik kapal tidak kepalang. Pasalnya, satu kapal penangkap ikan itu berharga Rp3,5 miliar-Rp4 miliar.
Kemarin, ditemui di Pelabuhan Muara Baru, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono mengaku masih berkonsentrasi pada upaya pemadaman total kebakaran. Sebanyak 18 mobil pemadam kebakaran hilir mudik ke lokasi sejak Sabtu malam hingga sore kemarin.
“Kami harus memastikan api tidak muncul lagi sehingga jumlah kapal yang terbakar tidak bertambah. Untuk penyelidikan penyebab kebakaran, kami akan melibatkan petugas laboratorium forensik, setelah api benar-benar sudah bisa dipadamkan,” tuturnya.
Pengelasan
Namun, ia juga mengaku anak buahnya sudah meminta keterangan dari 7 saksi yang diduga mengetahui asal mula kebakaran. Dari keterangan yang bisa dihimpun sementara, kebakaran diduga akibat percikan api dalam salah satu kapal yang sedang dilas.
Api dari las tepercik dan menyambar minyak di sekitar mesin sehingga menyulut kebakaran besar. “Dugaan sementara, api berasal dari kapal motor Arta Mina. Kapal itu mengalami kerusakan pada alat penyedot air sehingga diperbaiki dengan cara dilas,” lanjut Kapolda.
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ada tiga anak buah kapal yang mengalami luka dan sudah dievakuasi ke rumah sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menambahkan dari identifikasi di lokasi kejadian sudah dipastikan jumlah kapal yang menjadi korban mencapai 34 unit. “Keseluruhan bangkai kapal sebanyak 34 kapal, terdiri atas 7 kapal di luar kolam dan 27 kapal di dalam kolam.”
Kemarin, pengecekan di lokasi kejadian dilakukan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Wakapolres, Kapolsek Muara Baru, Kasat Intel, Kasat Reskrim, serta personel kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
“Untuk memastikan penyebab kebakaran itu, kami masih menunggu hasil penyelidikan dari Pusat Laboratorium Forensik Polri,” lanjut Argo.
Seusai melakukan identifikasi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Reynold Hutagalung menginformasikan selain percikan api dari proses pengelasan, api juga merambat cepat karena terjadi hubungan pendek arus listrik. “Api cepat merambat ke kapal lain karena ada korsleting listrik.”
Sampai tadi malam, kepulan asap masih terlihat di lokasi kebakaran. Sejumlah nelayan belum mau beranjak jauh dari pelabuhan. “Jaga-jaga kalau api nyala lagi,” kata Yani, seorang nelayan. (Fer/*/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved