Usulan Penghapusan PKB dan Penggunaan SIM Seumur Hidup Diprotes

Micom
18/2/2019 16:45
Usulan Penghapusan PKB dan Penggunaan SIM Seumur Hidup Diprotes
(Ist)

SEJUMLAH kelompok pemuda yang tergabung dalam Konsorsium Nasional Pemuda Indonesia (Konas PI) menggelar aksi unjuk rasa di salah satu kantor DPP partai politik pengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Selasa (18/2) siang.

Aksi unjuk rasa digelar di ruas Jalan TB Simatupang 92, Jakarta Selatan, ini merupakan bentuk kekecewaan atas sejumlah kebijakan Pemerintah dan isu kampanye para elite politik yang dianggap sangat merugikan masyarakat Indonesia.

Salah satu isu kampanye dari parpol yang dianggap sangat merugikan negara di antaranya penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pemberlakuan Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup.

Menurut Koordinator Aksi, Sudirman Mando, isu kampanye politik yang disosialisasikan salah satu parpol tersebut tidak hanya berakibat pada menurunnya pendapatan negara, tetapi juga mengakibatkan kegaduhan politik. Sebab, sampai saat ini pendapatan terbesar negara masih bersumber dari pajak.

Dalam tuntutannya, massa pendemo juga menentang keras janji kampanye salah satu parpol yang dianggap hanya untuk mendulang suara dalam konstentasi pemilihan umum. Massa juga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar serta meminta pihak Badan Pengawas Pemilu untuk memeriksa para calon legislatif dari partai berlambang bulan sabit kembar itu.

Aksi juga dimaksudkan untuk menegur para senior-senior maupun para sesepuh politik PKS untuk tidak membuat kebingungan publik dan menjanjikan sejumlah kebijakan baru yang tidak realistis serta merugikan masyarakat.

"PKB merupakan aset tertinggi dari APBN kita sendiri, BUMN jelas dirugikan oleh adanya penghapusan PKB jika usulan itu benar-benar diterapkan," ujar Sudirman saat berorasi.

Di dalam pernyataan sikapnya, Konas PI juga menegaskan bahwa kampanye dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak masuk akal, dengan menjanjikan SIM Seumur hidup dan motor bebas pajak. PKS merupakan bagian dari oposisi penguasa saat ini yang bersatu bersama dengan Partai Gerindra, tetapi hari ini masyarakat melihat bahwa dua partai oposisi ini tidak sejalan secara pemikiran dan tindakan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berpikir dengan akal sehat terkait janji-janji parpol. Janji yang biasanya dilontarkan untuk mengambil suara dalam kontestasi Pemilu dan Pileg, tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjutnya karena jelas tidak masuk akal dan rasional.

Massa aksi juga meminta kepada PKS untuk tidak mempermainkan masyarakat dengan segala manuver politik. Munculnya usulan penghapusan PKB dan pemberlakukan SIM seumur hidup sebelumnya pernah dilontarkan oleh Fraksi Partai Keadilan Sehahtera (PKS).

Seperti diberitakan, PKS merupakan salah satu parpol pendukung paslon nomor urut 02 bersama Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat. Jika dibandingkan dengan parpol lain yang berada dalam satu koalisi itu, PKS memiliki dukungan suara terbesar.

Namun, usulan yang disampaikan PKS tersebut bertolak belakang dengan pidato program visi misi yang pernah disampaikan Capres 02 si Jakarta beberapa waktu lalu yang justru berniat untuk menaikkan pajak untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Saat dimintai tanggapan terkait aksi unjuk rasa, pihak DPP PKS tidak ada yang berkenan memberikan pernyataan. Bahkan, media peliput tidak dibukakan pintu gerbang oleh petugas keamanan.

Sementara dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon maupun WA juga tidak ada tanggapan. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya