Bertaruh Nyawa karena Malas

Deni Aryanto
06/4/2015 00:00
Bertaruh Nyawa karena Malas
(ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO)
RASA miris, kesal, atau umpatan keluar saat melihat orang menyeberang tidak pada tempatnya. Apalagi bila melihat jembatan penyeberangan orang (JPO) ada di atas orang yang menyeberang itu.

Mereka yang nekat itu bukan tidak mengerti atau tidak berpendidikan. Tengok, misalnya, JPO didekat Stasiun Universitas Pancasila, Jakarta Selatan. Tidak jarang mahasiswa yang akan ke stasiun atau sebaliknya menyeberang tidak di JPO meskipun di sana kerap terjadi kecelakaan akibat penyeberang nekat itu.

Itu sama halnya yang terjadi di JPO dekat Rumah Sakit (RS) Asshobirin, Kota Tangerang. Pantauan Media Indonesia, banyak warga memilih menyeberang di kolong jembatan, menyusuri median jalan selebar enam lajur di tengah kencangnya lari kendaraan pribadi, bus umum, dan truk daripada lewat JPO.

Salah satunya ialah Muchlis, 43, warga Gang Masjid Ma'Firoh, Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Dia dengan enteng beralasan malas melalui JPO karena capek naik-turun tangga.

Padahal, di titik yang sama, dua hari sebelumnya atau Rabu (1/4), Arnah, 62, dan cucunya, Arkhan Putra Erdias, 5, warga setempat, mati sia-sia tersambar mobil dari arah Bundaran Alam Sutera. Nenek malang dan cucunya itu lalai menjaga keselamatan dengan menyeberang tidak pada tempatnya.

Sehari-hari menuju lokasi ke arah tempat kerjanya di bilangan Karawaci, Kota Tangerang, Muchlis mengakui lebih banyak memotong badan jalan lewat kolong JPO. Dia balik bertanya apakah kondisi tangga JPO tidak menyulitkan pejalan kaki.

''Lihat saja miringnya (tangga) kayak begitu. Kasihan kalau orang tua. Harusnya diberesin lagi biar kita nyaman lewat JPO,'' ketusnya.

Kenekatan lain ialah banyak pengendara sepeda motor tidak peduli menyusuri jalan dengan melawan arus, mulai depan pusat perbelanjaan WTC Serpong hingga Bundaran Alam Sutera. Mereka nekat karena polisi jarang terlihat berjaga di dekat lokasi. ''Kalaupun ada polisi, biasanya diajak damai,'' kilah Supri, pengendara motor.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Sukanta meminta masyarakat lebih dapat memperhatikan keselamatan diri saat di jalan. Dia mengakui kondisi JPO depan RS Asshobirin memang kurang laik.

''Tangga jembatan benar kalau dibilang curam, tapi harusnya masyarakat tetap memiliki kesadaran di jalan,'' kata dia.(J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya