Pelintasan Sebidang makin tidak Aman

(Put/J-1)
30/1/2019 06:20
Pelintasan Sebidang makin tidak Aman
(MI/Haufan Hasyim Salengke )

PT Kereta Commuterline Indo-nesia (KCI) menegaskan keberadaan pelintasan sebidang yang masih banyak ditemui pada lintasan rel kereta rel lis-trik (KRL) commuter line sudah tidak aman.

Karena itu, Manajer Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa menyambut positif rencana penghapusan pelintasan sebidang, baik melalui pembangunan rel layang maupun terowongan penyeberangan bagi kendaraan dan pejalan kaki.

Dari sisi keamanan pengendara, Eva mengatakan sudah jelas bahwa kedisiplinan pengendara dalam menaati rambu lalu lintas, terutama palang pintu kereta api serta bunyi alarm, masih rendah. Hal itu membuat kecelakaan di pelintasan sebidang masih menjadi momok yang mengkhawatirkan.

"Memang tidak aman dari sisi keamanan. Jika terdapat kecelakaan kecil maupun besar, pasti dari sisi pengguna akan terganggu," kata Eva, kemarin.

Sementara itu, dari sisi ope-rasional KRL, jika terdapat kecelakaan, akan menghambat perjalanan bukan hanya perjalanan KRL yang terlibat kecelakaan, melainkan juga berefek domino pada perja-lanan selanjutnya.

"Bayangkan dalam satu rangkaian delapan kereta maksimal 1.600 orang harus terhambat karena kecelakaan. Belum lagi perjalanan berikutnya," terang Eva.

Tidak hanya itu, jika terjadi kecelakaan yang cukup besar dan menyebabkan kerusakan pada kereta, kerugian dari segi materi sudah pasti didapat. Kereta yang tidak bisa diperbaiki harus dibuang dan PT KCI harus kekurangan armada karena pengadaan kereta tentunya tidak bisa diadakan setiap tahun.

Sementara itu, dari sisi waktu, diharapkan nantinya keberadaan pelintasan sebidang mampu mempercepat laju kereta sehingga akan memper-singkat waktu tempuh.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyatakan pemerintah mendorong badan usaha agar menjadi pemrakarsa.

Salah satunya ialah PT Pembangunan Jaya DKI. Untuk mengembangkan jalur kereta layang (loop line) di Jakarta, lanjutnya, butuh biaya sekitar Rp10 triliun. Tujuan utama mengembangkan jalur kereta layang ialah mengatasi permasalahan lintasan sebidang.

Rencana tersebut akan me-minimalkan kemacetan lalin sekaligus menurunkan angka kecelakaan di pintu-pintu pelintasan kereta api. Loop line tidak hanya mengurangi potensi kecelakaan, tetapi juga headway kereta.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya