Wabah Hepatitis, Dinkes Telusuri Penyebabnya

(KG/J-3)
29/1/2019 07:20
Wabah Hepatitis, Dinkes Telusuri Penyebabnya
(ilustrasi)

WABAH hepatitis menyerang siswa dari empat sekolah dasar di Kota Depok selama Desember 2018-Januari 2019. Dinas kesehatan mencatat wabah membuat 33 anak harus mendapat perawatan.

Para penderita merupakan siswa dari Sekolah Dasar Negeri Mekar Jaya 30, SDN Me-kar Jaya 12, SDN Sukamaju 9, dan SDN Sukamaju 6. Gejala yang mereka alami hampir sama, yakni muntah-muntah, mencret, kulit kuning ter-utama bagian putih dari mata, demam, dan nyeri.

"Untuk memastikan jenis wabah ini, kami sudah mengambil feses dan sampel jajanan di sekolah-sekolah itu untuk diperiksa di Laboratorium Institut Pertanian Bogor. Dalam bebe-rapa hari ke depan, kami harap hasilnya sudah keluar sehingga kami bisa melakukan langkah-langkah penanganannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, kemarin.

Untuk saat ini, penanganan yang dilakukan ialah meminta para penderita beristirahat total sehingga tidak menularkannya kepada siswa yang lain. "Itu standar untuk penanganan penyakit menular yang disebabkan oleh virus," lanjut Novarita.

Dinas kesehatan juga telah memberikan sosialisasi ke pihak sekolah, orangtua siswa, dan para pedagang perihal makanan sehat. "Kami juga menyarankan kepada orangtua siswa untuk membawa bekal sendiri dari rumah sehingga anak-anak tidak perlu jajan di luar," tandasnya.

Saat ditemui di sekolah, Cicih, guru SDN Sukamaju 6, mengaku ada 9 siswanya yang terjangkit virus hepatitis A. "Mereka harus dirawat intensif di rumah sakit."

Wabah, lanjutnya, mulai menyerang pada awal Januari. Satu per satu siswa jatuh sakit dengan gejala yang hampir sama, dengan mata berwarna kekuning-kuningan dan me-ngeluh badan lemas.

"Petugas dinas kesehatan sudah datang ke sekolah. Mereka memeriksa jajanan yang dijual di lingkungan sekolah," lanjut Cicih.

Kepala SDN Mekar Jaya 30, Kristianti, mengakui ada 10 siswa yang terserang radang hati itu. Para guru dan kepala sekolah berharap dinas kesehatan segera menelusuri asal muasal wabah itu sehingga bisa dicegah dan tidak terulang.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya