Luncurkan Bus Pelajar, Pemkot Bogor Bagikan 300 Kartu Khusus 

Dede Susianti
25/1/2019 13:55
Luncurkan Bus Pelajar, Pemkot Bogor Bagikan 300 Kartu Khusus 
Wali Kota Bogor bersama para pelajar pemegang kartu khusus saat menjajal bus pelajar yang baru diluncurkan, Jumat (25/1)(MI/Dede Susianti)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bogor meluncurkan bus sekolah. Secara resmi bus sekolah itu dioperasikan, Jumat (25/1).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, program bus sekolah itu kerja sama Dinas Pendiidikan (Disdik) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

Di awal pelaksanaannya, Bima menyebut, ada dua bus yang disediakan. Kedua bus itu diprioritaskan mengangkut siswa kurang mampu, pemegang kartu khusus yang disediakan disdik melalui sekolah.

"Saya minta dari awal kepada Disdik dan Dishub untuk mengkomunikasikan dengan semua supaya pelaksanaannya efektif. Baik dengan organda hingga rekan-rekan transportasi lainnya supaya tidak menimbulkan persoalan. Untuk tahap awal ini, baru dua unit bus sekolah,” ungkap Bima.

Saat itu, Bima beserta sejumlah pelajar ikut menjajal bus tersebut. Rute perdana yang dilintasi bus sekolah antara lain Jalan Raya Semplak, Jalan Semeru, Jalan Merdeka, Jalan Gunung Batu, Bubulak, Jalan Cifor dan berakhir di SMP Negeri 14 Kota Bogor.

 

Baca juga: Naik Bus Trans-Jakarta Bikin Awet Muda di Jalan

 

Untuk kartu khusus sendiri lanjut Bima, saat ini baru dikeluarkan atau dibagikan sebanyak 300 kartu bus sekolah kepada siswa yang menjadi prioritas. Dia menjelaskan, kartu tersebut merupakan akses naik bus sekolah gratis.

"Ada sekitar 400 sekolah SMP dan SMA/SMK, tapi sekarang baru dibagikan 300 kartu. Nanti penerima kartu akan naik bertahap seiring dengan penambahan jumlah bus. Mudah-mudahan berjalan lancar. Kita evaluasi terus," katanya.

Menurutnya, yang menjadi target peluncuran bus sekolah tersebut, salah satunya untuk mengurangi kemacetan pada jam sekolah. Selain itu juga untuk meringankan beban ongkos transportasi bagi siswa kurang mampu.

Untuk satu minggu ke depan, operasionalisasi bus sekolah itu katanya, akan didampingi petugas dari organda dan pihak terkait lainnya. Hal itu untuk mencegah salah sasaran.

"Saya titip betul, operasional dipastikan bisa berjalan dengan baik. Tadi masih ada siswa yang terlewat, ada beberapa yang belum pakai kartu. Jadi tidak boleh naik kalau tidak ada kartunya. Karena ini janji kita. Jadi yang naik tidak bisa sembarang orang," tegasnya.

Keberadaan bus itu disambut para penggunanya. Sindi, siswi kelas VIII SMPN 14 Bogor itu mengatakan bahwa ia bersama teman-temannya sangat menikmati fasilitas baru yang dihadirkan Pemkot Bogor itu.

Dia mengaku sangat diuntungkan karena gratis. Dia yang baru pertama kali naik bus ke sekolah, itu mengaku bisa menabung dari uang ongkos naik angkot.

"Nyaman, aman, pastinya nggak ngetem kayak angkot. Bisa sosialisasi juga sama sekolah lain, jadi bagus ini,"katanya.

Fajar, penerima kartu bus khusus lainnya pun mengaku terbantu. Karena uang sakunya untuk ongkos dan jajan per harinya yang sebesar Rp10 ribu, bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

Pihak sekolah pun mengharapkan agar program bus sekolah itu agar lebih diperbanyak.

Seperti yang diungkapkan Ajat Sudrajat, Kepala SMPN 14 Kota Bogor. Menurutnya, mayoritas yang sekolah di tempatnya merupakan siswa dari keluarga kurang mampu.

"Sekarang ini, kami terima 4 kartu dari Dinas Pendidikan dan sudah berikan ke siswa kurang mampu berdasarkan skala prioritas pengguna bus sekolah. Semoga kedepannya, bisa lebih banyak lagi," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya