PKL Menjamur, Pedagang Pasar Merugi

(KG/J-1)
25/1/2019 09:00
PKL Menjamur, Pedagang Pasar Merugi
(Pasar Rakyat Cisalak. foto googlemaps)

PASAR Cisalak, Depok, yang baru diresmikan dua bulan lalu dan menyandang predikat sebagai pasar mo-dern belakangan ini memprihatinkan dan awut-awutan. Pedagang kaki lima banyak yang menggelar lapak da-gangan di badan jalan, bahkan hingga menutup jalan masuk pasar.

Tak pelak, kios-kios yang berada di dalam pasar menjadi sepi pengunjung.

"Sudah dua bulan kami berjualan, tapi pengunjung enggak ada yang belanja sampai ke dalam pasar. Pembeli lebih banyak belanja ke PKL yang menempati trotoar di depan pasar," keluh Lemin, 49, salah satu pemilik kios Pasar Cisalak yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Ci-manggis.

Lemin mengeluhkan sikap Satpol PP yang tidak bernyali mengawal pembangunan pagar pembatas di pasar. Padahal pagar itu penting untuk mempersempit gerak PKL.

Persoalan kesemrawutan pasar juga terjadi di Pasar Agung yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Kelurahan Mekar Jaya, Sukma Jaya, Depok.

Puluhan kios di lantai dua tutup sampai sekarang lantaran merugi gara-gara keberadaan PKL yang memadati trotoar depan pasar.

"Satpol PP melempem. Banyak pelanggaran di depan mata, tetapi tidak ada yang bertindak," ucap Rasbun, salah seorang pedagang di Pasar Agung.

Kepala Pasar Cisalak, Sutisna, dan Kepala Pasar Agung, Biher Purba, membe-narkan banyak kios dan los di pasar mereka yang kosong ditinggalkan pemiliknya.

"Pengelolaan pasar memang menjadi tanggung jawab kita. Akan tetapi, soal PKL berjualan di trotoar, itu tanggung jawab Satpol PP," kata Sutisna.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya