Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUS Trans-Jakarta di koridor 13 kian menarik minat warga Ciledug, Tangerang, dan sekitarnya. Bagaimana tidak, perjalanan bus dari halte awal yang berada di CBD Ciledug dan berakhir di halte Tendean, Jakarta Selatan, hanya membutuhkan waktu 35 menit.
"Sementara kalau bawa kendaraan sendiri, bisa 1 jam baru sampai Tendean. Itu pun harus sepeda motor, kalau mobil bisa lebih lama lagi," ujar Dani, warga Ciledug yang berkantor di kawasan Buncit, Jakarta Selatan.
Sudah dua bulan terakhir ia 'hijrah' naik bus Trans-Jakarta. Sebelumnya, bertahun-tahun ia naik sepeda motor dari rumahnya menuju kantor. "Kalau naik motor, bisa tua di jalan. Kalau naik bus, tetap awet muda di jalan, hahaha...," kelakarnya.
Masih lekat dalam ingatannya saat masih menekuni sepeda motor sebagai alat transportasi menuju kantor. Tiap pagi, ia harus beradu ketangkasan dengan bikers lainnya agar bisa menembus kemacetan yang membentang dari Ciledug hingga Tendean. "Itu benar-benar jalur neraka, kemacetan di mana-mana. Naik-turun trotoar, itu sudah hal biasa. Kalau enggak begitu, mana bisa 1 jam sampai kantor," ceritanya.
Perjuangan semakin berat, sambung Dani, ketika hari hujan.
"Kalau hujan, genangan air di mana-mana. Macetnya gila-gilaan. Sampai kantor, muka juga sudah lecek," ucapnya.
Namun kini, dengan ongkos Rp3.500 ia sudah bisa sampai kantor dengan wajah yang tak lecek lagi. Bekerja pun jadi optimal karena tidak lagi lelah di perjalanan.
Di jalur jalan layang khusus koridor 13 tersebut, bus Trans-Jakarta singgah di 9 dari 10 halte yang tersedia.
Bus-bus Trans-Jakarta singgah di Halte JORR, Swadarma, Cipulir, Seskoal, Kebayoran Lama, Velbak, Mayestik, Tirtayasa, dan berakhir di Halte Rawa Barat. Di CSW Blok M, meski haltenya sudah berdiri, bus Trans-Jakarta tidak berhenti di situ.
Pengamat transportasi yang juga dosen teknik sipil di Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan perlu dibangun juga jalan layang khusus Trans-Jakarta di sejumlah titik lainnya.
"Pada prinsipnya, BRT (bus rapid transit) itu punya jalur sendiri dan memang tidak boleh ada intervensi kendaraan lain sehingga perjalanan lebih cepat. Ini yang menjadi daya tarik juga untuk masyarakat beralih ke transportasi umum," terangnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved