Waspadai Penyebaran DBD di Sekolah

(Ata/Put/J-1)
25/1/2019 08:20
Waspadai Penyebaran DBD di Sekolah
(medcom.id)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan seluruh sekolah untuk mewaspadai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan sekolah. Pasalnya, dari 370 kasus demam berdarah de-ngue (DBD) yang terjadi di sepanjang Januari ini, lebih banyak menyerang anak usia sekolah.

"Dari kasus DBD yang dite-mukan, utamanya menyerang anak-anak berusia 13-15 tahun. Biasanya kejadian sekitar pukul 10.00 WIB, pagi hari, dan umumnya mereka sedang berada di sekolah," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Dia menginstruksikan pengelola sekolah untuk secara aktif memeriksa seluruh lingkungan sekolah guna memastikan tidak adanya area yang berpotensi sebagai tempat nyamuk berkembang biak.

"Periksa seluruh lingkung-an sekolah, pastikan tidak ada air atau genangan yang berpotensi sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk-nyamuk yang membawa virus dengue," papar Anies.

Ia juga tengah menyiapkan instruksi gubernur khusus untuk antisipasi dan penanganan DBD tersebut. Pasalnya, di periode yang sama, kasus DBD kali ini jumlahnya lebih tinggi daripada Januari tahun lalu yang saat itu mencapai 198 kasus.

Jumlah kasus terbanyak berada di Jakarta Selatan sebanyak 131 kasus, lalu di Jakarta Barat sebanyak 106 kasus, Jakarta Timur 86 kasus, Jakarta Utara 30 kasus, dan Jakarta Pusat 17 kasus.

Adapun pada 2017 di periode yang sama, jumlah pen-derita DBD mencapai 665 kasus dengan satu orang meninggal dunia.

"Jumlah kasusnya meningkat dari periode yang sama di tahun lalu. Ini sudah mengkhawatirkan," kata Anies

Pemprov DKI telah memetakan kawasan-kawasan yang harus diwaspadai penyebaran DBD. Untuk Januari ini, tiga wilayah masuk kate-gori waspada, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Adapun pada Februari dan Maret, seluruh wilayah Jakarta masuk kate-gori waspada.

Pengoptimalam jumantik

Anies juga menginstruksikan dinas kesehatan dan kader juru pemantau jentik (jumantik) melakukan upaya pengendalian vektor jentik nyamuk.

"Kita sudah instruksikan agar ada pengendalian vektor jentik nyamuk seperti pengasapan serta pembersih-an genangan-genangan dan lokasi yang dapat menjadi sarang nyamuk," terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menambahkan, di situasi waspada seperti saat ini, pihaknya akan menyiapkan satu jumantik di tiap RT. Tujuannya agar di tiap lingkungan RT terdapat anggota masyarakat yang mampu mengondisikan serta membina sesama warga di RT tersebut perihal pembasmian jentik nyamuk.

"Petugas jumantik bisa memotivasi dan mengedukasi warga RT binaannya. Tidak hanya itu, diharapkan setiap rumah juga bisa menunjuk anggota keluarganya untuk jadi kader di rumahnya sendiri dan melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) di rumahnya sendiri," kata Widyastuti.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya