Kelas Dihantam Truk, Kegiatan Belajar Mengajar pindah ke Perpustakaan

M. Ilham Ramadhan Avisena
16/1/2019 13:20
Kelas Dihantam Truk, Kegiatan Belajar Mengajar pindah ke Perpustakaan
(Ist)

MURID kelas enam SDN Bambu Apus 01, Pamulang, Tangerang Selatan terpaksa harus belajar di ruang perpustakaan setelah ruang kelas mereka dihantam truk Minggu (14/1). Hal ini menyebabkan kurang kondusifnya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Fara, guru kelas enam mengatakan terjadi penumpukkan siswa di ruang perpustakaan sehingga perlu penambahan kursi dan meja. Jumlah murid yang dipindah berjumlah 35 siswa, sedangkan daya tampung ruang perpustakaan hanya 28 siswa.

Dari pantauan di lokasi terlihat ruang perpustakaan yang digunakan untuk KBM tidak seluas ruang kelas sebelumnya. Di sisi kiri ruangan terdapat rak-rak buku dan di sisi kanan terdapat mushola serta sebuah rak buku sebagai pembatas.

Di dalam ruangan terdapat dua baris meja dan kursi berwarna merah yang dirapatkan guna memanfaatkan ruang terbatas di perpustakaan. Ada siswa yang duduk di baris depan bersebelahan dengan meja guru dan langsung berhadapan dengan tembok. 

"Di sini (ruang perpustakaan) jalannya susah, sempit" ujar Diki siswa kelas enam yang belajar di perpustakaan.

Terlihat pula beberapa siswa terpaksa harus duduk berdesakkan dan membuat gerak mereka terbatas untuk menulis. 

"Enak di sana (tempat duduk) dipisah, kalo di sini desek-desekkan, sempit, susah nulisnya" ungkap Christian murid kelas enam.

Kemudian ruang perpustakaan tersebut memiliki satu kipas yang dikeluhkan oleh Hesel yang juga siswa kelas enam. 

"Di situ (kelas sebelumnya) lebih adem, kalo ini (kipas perpustakaan) kadang-kadang mati, cuma satu, di sana (kelas sebelumnya) ada dua (kipas)."

Sebelumnya pada Minggu (13/1) pukul 21:30 WIB, sebuah truk menghantam bangunan sekolah dan menyebabkan hancurnya beberapa ruangan. Truk tersebut merupakan pengangkut tanah untuk pengerjaan jalan tol Serpong-Cinere yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

Tantowi, seorang guru yang berada di lokasi saat kejadian menyatakan, kepala truk menghantam ruang laboraturium komputer dan pengangkutnya menimpa ruang kelas enam serta gudang kecil.\ Saat berada di lokasi, terlihat bangunan yang rusak tengah diperbaiki. 

"Evakuasi (truk) itu dari jam sepuluh (malam) sampai jam tiga (pagi), setelah itu langsung dari pihak Waskita semua (mengurus perbaikan)," tambah Tantowi.

 

Baca juga: Pemkot Jakbar Bekerja Sama dengan BNN Cegah Narkoba di Sekolah

 

Selain ruang kelas, alat kelengkapan KBM juga ikut terdampak dari peristiwa tersebut. 

"Perlengkapan olahraga (untuk murid), terus komputer dua unit, angklung dan meja sekitar 40 unit," tambah Tantowi.

Harapan dari guru dan siswa kelas enam SDN Bambu Apus 01 yang terdampak dari peristiwa tersebut ialah agar proses perbaikkan segera selesai. 

"Semoga cepet (selesai) diperbaiki, mau balik di kelas sebelumnya, enak di situ, banyak kenangan," ujar Christian sambil tertawa malu.

Setelah truk menghantam ruang kelas tersebut, pihak sekolah dibantu dengan dinas terkait melakukan mediasi dengan PT Waskita Karya. Namun pihak Waskita Karya menolak untuk memberikan keterangan. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya