Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJEMEN PT Mass Rapid Transit (MRT) akan menerapkan tarif dengan sistem biaya gabungan (bundling fee) saat semua moda transportasi di Jakarta terintegrasi dalam sistem Jak Lingko.
"Nanti ada bundling fee saat diintegrasikan. Sekarang dalam proses untuk mengintegrasikan, baik pengelolaan maupun penentuan tarifnya," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Jakarta, kemarin.
Saat ini, kata William, tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan antara Pemprov DKI Jakarta dan BUMD bidang transportasi di Jakarta.
Dia menyebutkan biaya gabungan tersebut ditentukan pengelola Jak Lingko yang akan membentuk perusahaan patungan antara Trans-Jakarta, MRT, dan LRT.
"Untuk sementara, jika perusahaan patungan itu belum ada, perpindahan moda transportasi, misal dari BRT (Trans-Jakarta) ke MRT atau LRT atau sebaliknya, penumpang kena dua kali bayar karena ope-ratornya kan berbeda," ujar dia.
Dari informasi yang didapat, saat ini biaya untuk sistem Jak Lingko yang masih terintegrasi dalam moda bus Trans-Jakarta dengan bus kecil (angkot) sebesar Rp5.000 selama 3 jam dengan menggunakan kartu Jak Lingko (OK Otrip).
Adapun MRT belum memiliki tarif karena masih menunggu putusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kendati demikian, PT MRT Jakarta sudah mengusulkan tarif berdasarkan survei yang dilakukan sebesar Rp8.500 per 10 kilometer. Harga tersebut termasuk untuk uang naik (boarding) Rp1.500 dan per kilometernya Rp700 sehingga jika perjalanan penuh di koridor I (Lebak Bulus-Bundaran HI) sepanjang 16 kilometer, tarifnya sekitar Rp12.700 atau Rp12.800.
Untuk sistem pembayaran di MRT, manajemen MRT telah mencetak sebanyak 954.000 tiket baik sekali perjalanan maupun perjalanan berkali-kali (multitrip).
"Kartu dari bank juga bisa digunakan karena memang sistemnya sesuai," kata William.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved