DKI Siap Konsolidasi Penataan Transportasi Jabodetabek

Putri Anisa Yuliani
09/1/2019 19:24
DKI Siap Konsolidasi Penataan Transportasi Jabodetabek
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta siap mengonsolidasikan penataan transportasi di Jabodetabek. Pernyataan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/1).

"Data Bappenas sudah dikoreksi menjadi Rp100 triliun kerugian akibat kemacetan. Kelemahan kita karena kewenangannya tercecer dimana-mana," ujarnya.

Baca juga: Lantik Tujuh Pejabat Eselon II, Anies Minta Kinerja Lebih Baik

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun berharap konsolidasi penataan transportasi dapat memudahkan integrasi antarmoda serta integrasi transportasi dengan kawasan.

"Saya juga sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat dan Banten. Kita siap bersama-sama mengonsolidasikan," terangnya.

Ia ingin memulai langkah penataan transportasi dengan memperbanyak integrasi angkutan massal di Jakarta yakni Moda Raya Terpadu (MRT) dengan Bus Trans Jakarta yang berorientasi 'bus rapid transit' atau BRT serta dengan Light Rail Transit (LRT).

Sementara untuk mengintegrasikan ketiga moda itu dengan Commuterline masih menjadi persoalan. Menurutnya, persoalan ini harus segera diselesaikan agar masyarakat bisa menikmati integrasi antarmoda secepat dan sepraktis mungkin.

"Penjangkauan MRT dan BRT harus ditambah dulu. BRT baru menjangkau 20% warga dan 23% wilayah. Bagaimana caranya harus ditingkatkan sampai 90%," ujarnya.

Selain itu, pekerjaan rumah yang juga harus dipikirkan yakni membuat area parkir kendaraan pribadi di lokasi-lokasi moda angkutan massal termasuk yang berada di luar Jakarta. Tujuannya, agar semakin banyak pengendara pribadi yang menitipkan kendaraannya di tempat parkir untuk kemudian menggunakan angkutan massal menuju pusat kota.

Baca juga: Polisi Kejar Pembunuh Siswi SMK di Bogor

Di sisi lain, untuk mengintegrasikan trayek moda angkutan massal BRT dengan angkutan umum lainnya, pihaknya harus mengelola jalan-jalan yang ada di ibu kota termasuk jalan nasional.

"Ada 38 jalan nasional dengan 25 di antaranya sudah dikelola DKI. Masih ada 13 jalan nasional yang belum," tegasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya