Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, menyambut positif rencana kenaikan tarif parkir di Jakarta.
Dihubungi Media Indonesia, Jumat (4/1), Ida menyebut kenaikan tarif parkir yang cukup tinggi memang bisa berdampak pada berkurangnya minat warga menggunakan kendaraan pribadi.
Namun demikian, politisi PDIP itu menyebut sebaiknya keputusan menaikkan tarif parkir dilakukan setelah proyek Moda Raya Terpadu (MRT) selesai dan resmi beroperasi melayani masyarakat.
"Rencana menaikkan tarif parkir boleh saja. Tapi, pemerintah DKI harus menyiapkan angkutan massal dulu untuk memberikan pilihan bagi warga yang ingin beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Jangan hanya menaikkan tanpa solusi," kata Ida.
Meskipun sudah ada bus Transjakarta dan kereta rel listrik (KRL) Commuterline, tetapi masih banyak simpul-simpul jalan serta transportasi yang belum terkoneksi. Hal itu bisa dihubungkan sebagian dengan MRT, lalu juga light rapid transit (LRT).
Baca juga: 8.734 Pelanggaran Lalu Lintas Sepanjang 2018 di Jaksel
Ia pun memahami bahwa rencana kenaikan tarif parkir juga disebabkan oleh kenaikan pajak parkir yang baru saja disetujui akhir tahun lalu. Oleh sebab itu, Ida meminta agar ada kajian tarif parkir yang maksimal sesuai kemampuan masyarakat serta lokasi-lokasi parkir.
"Kalau memang dasarnya juga atas kenaikan pajak parkir tetap harus dihitung dan dikaji," kata Ida.
Sebelumnya pada Desember lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat persetujuan DPRD DKI untuk menaikkan pajak parkir sebesar 30% dari semula 20%. Keputusan tersebut diambil guna meningkatkan pendapatan sekaligus menjadi salah satu dari serangkaian upaya menekan penggunaan kendaraan pribadi untuk mengurangi kemacetan.
Pendapatan yang diperoleh dari pajak parkir diketahui mencapai Rp600 miliar pertahun. Diharapkan dengan kenaikan pajak parkir, pendapatan dari pajak parkir bisa meningkat hingga Rp72 miliar per tahun. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved