Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Bogor Bima Arya mengakui menjadi pemimpin tidak mudah. Jebakan pertama yang harus dihadapi kepala daerah ialah terlalu fokus pada quick wins alias gebrakan yang langsung terasa efeknya.
"Ini itu dibikin gratis. Mempercantik ini itu. Padahal, belum tentu dibutuhkan masyarakat.
Cuma agar jadi media darling," kata Bima dalam acara Rebut 2024 yang digelar Asumsi di The Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Kamis (20/12).
Rebut 2024 adalah aksi yang diinisiasi Asumsi.co untuk mengajak anak muda Indonesia melihat ke masa depan dan mempersiapkan diri dalam menghadapi era disrupsi.
Tepatnya menyongsong 2024, di mana Indonesia telah dipimpin oleh generasi baru politisi dan diperkirakan telah naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle income).
Para pembicara yang hadir ialah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi yang mewakili Mendes Eko Sandjoyo, CPO Kitabisa Vikra Ijas, anggota Supervisory Board Youth of Indonesia Gustika Jusuf Hatta, dan Co-Founder Getcraft Anthony Reza Prasetya.
Yang susah, kata Bima, adalah menjalankan kebijakan jangka panjang. Kebijakan tersebut tidak akan terlihat efeknya dalam 2-3 bulan. Namun, keputusan seperti justru jauh lebih ribet dan kompleks.
"Makanya saya salut sama pemimpin yang mengambil kebijakan tidak populer. Kebijakan yang long term ini antara lain membangun infrastruktur.
Ini saya serius," kata Bima lantas disambut tepuk tangan ratusan peserta yang memadati The Ice Palace.
Efek jangka panjang tersebut, kata Bima, baru terasa setelah bertahun-tahun kemudian.
Selain infrastruktur, program tak populer lain adalah membangun karakter bangsa. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved