PSK Menjamur di Kota Depok

Kisar Rajaguguk
14/12/2018 19:35
PSK Menjamur di Kota Depok
(Ilustrasi--thinkstock)

ANGKA pekerja seks komersial (PSK) di Kota Depok semakin menjamur. Bahkan, angkanya bertambah dari bulan-bulan biasanya.

Asisten Administrasi Pemerintahan Kota Depok yang juga Pelaksana tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Yayan Arianto mengatakan jumlah PSK yang di warung remang-remang dan kos-kosan terus meningkat.

"Siang malam kita lakukan razia, PSK itu malah menjamur. Tadi malam kita tangkap 37 orang. Kalau ditotal selama dua pekan kurang lebih 50 orang ada," ujarnya di Balai Kota Depok, Jumat (14/12).

Yayan menyebut, para PSK itu terjaring razia dari sejumlah titik, yakni Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Cimanggis, danKecamatan Tapos.

"Alasannya klasik, soal ekonomi. Pelaku berkegiatan itu beranggapan bahwa petugas Satpol PP ini tidak akan peduli. Padahal justru kami lebih giat," ujar Yayan.

Para perempuan PSK yang terjaring langsung dibawa ke Markas Satpol PP di Balai Kota Depok, Jalan Margonda, untuk didata dan diberikan pembinaan.

"Kebanyakan mereka dari luar Kota Depok," ungkapnya.

Selesai dari pembinaan, para PSK tersebut kemudian dipulangkan ke wilayah masing-masing.

"Mereka rata-rata pemain kambuhan. Sudah dua tiga kali tertangkap Satpol PP. Kita pulangkan ke daerah masing-masing," kata Yayan.

Menurutnya, menjamurnya PSK di Kota Depok kemungkinan juga disebabkan oleh banyaknya razia yang sering dilakukan petugas lain di sekitar wilayah yang berbatasan dengan Kota Depok, seperti Tangerang, Jakarta Timur, Bekasi, dan Bogor.

"Kalau dilihat di lapangan ini (PSK), semakin bertambah. Ini sudah operasi kelima, saat kita gelar razia di awal Oktober lalu, yang berhasil diamankan hanya empat, lima paling banyak 10 orang. Namun kali ini ternyata cukup banyak juga sekitar 37 orang," tukasnya.

Berdasarkan hasil razia, para PSK juga melayani lelaki hidung di kos-kosan. Buktinya, ditemukan sejumlah pasangan yang tidak bisa memperlihatkan surat nikah.

"Ada kurang lebih 10 pasangan tidak resmi, ini juga kalau dibandingkan dengan hasil operasi sebelumnya meningkat biasanya, kita amankan tujuh pasangan," ungkapnya.

Dari hasil pendataan terhadap pasangan tidak resmi tersebut, rata-rata bukan KTP Kota Depok. Dia menegaskan, pihaknya akan gencar melakukan operasi serupa.

Yayan berharap, masyarakat bisa berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Depok untuk memberikan informasi terkait wilayah mana saja yang rawan terjadinya kegiatan prostitusi.

"Kita operasi terus menerus, biar mereka tidak banyak bermain di Kota Depok," tandasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya