Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi total sistem perparkiran di Ibu Kota. Hal itu dilakukan menyusul peristiwa pengeroyokan yang dilakukan sejumlah tukang parkir preman terhadap dua anggota TNI di Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin (10/12). Kejadian ini berbuntut panjang sampai terjadi pengrusakan Mapolsek Ciracas.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan, pihaknya segera memanggil Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perparkiran DKI Jakarta, Tiodor Sianturi, untuk memastikan tidak ada lagi peristiwa pengeroyokan yang dilakukan juru parkir (jukir).
Pemanggilan ini juga untuk memberikan pengertian kepada Tiodor agar melakukan penertiban tukang parkir yang melanggar aturan.
"Ya, nanti akan saya panggil khusus UPT Perparkiran Dishub DKI untuk kita bisa menertibkan perparkiran agar tidak muncul problem-problem seperti ini," ujar Anies, di Jakarta Pusat, Kamis (13/12).
Anies berjanji akan melakukan evaluasi terhadap UPT Perparkiran DKI terkait sistem perparkiran di Ibu Kota. Dia pun berharap masyarakat tidak mudah tersulut emosi atas kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh jukir itu.
"Terkait perparkiran kami akan panggil untuk review apa yang perlu ditertibkan, kami akan tertibkan. Sebetulnya, kejadian percikannya bisa apa saja ya. Tapi yang penting justru kita semua bisa menjaga diri dengan baik dengan tertib situasi apapun bisa tenang," ujarnya.
Anies juga meminta kepada masyarakat untuk bersikap dewasa dalam menyikapi peristiwa pengeroyokan itu.
"Di jalan raya, meskipun kita berjalan di jalan yang benar, selalu ada potensi terjadi serempetan, terjadi tabrakan. Kalau kita merespons tenang, hasilnya pasti tenang dan baik," saran Anies.
Sebelumnya diberitakan, sekelompok orang diduga membakar Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (12/12) dini hari. Kejadian ini diduga merupakan buntut dari pengeroyokan anggota TNI di depan pertokoan Arundina, Ciracas, Jakarta Timur, Senin lalu.
Keributan itu melibatkan anggota TNI AL, Kapten Komarudin, dengan sejumlah tukang parkir. Keributan bermula saat Kapten Komarudin baru saja melakukan servis sepeda motor bersama anaknya di kawasan itu.
Dia dan anaknya yang masih SD berencana makan di warung soto kudus, tidak jauh dari lokasi kejadian, mendadak knalpot motornya berasap. Kapten Komarudin lalu memeriksa bagian mesin sepeda motornya dan saat itu salah satu tukang parkir menggesernya tanpa sepengetahuannya. Hal itu membuat kepala Kapten Komaruddin terbentur sepeda motor.
Tukang parkir itu lalu ditegur tapi tidak terima hingga terjadi cekcok mulut lalu mengundang perhatian teman-teman tukang parkir yang jumlahnya sekitar sembilan orang. Kemudian para jukir itu mengeroyok Kapten Komarudin. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved