Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMUK ratusan orang yang diduga anggota TNI dan menyebabkan kantor Polsek Ciracas, Jakarta Timur, terbakar, 17 mobil rusak, 16 polisi luka-luka, termasuk Kapolsek Ciracas, 2 pewarta berinisial R (media online) dan SA (media TV), Selasa (11/12) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Rabu (12/12) dini hari, disesalkan sejumlah kalangan.
Presiden Joko Widodo meminta Polri menindak tegas para pelaku pembakaran kantor Polsek Ciracas. "Apalagi, ini dilakukan di ibu kota negara," ujar Presiden Jokowi seperti dikutip Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menurut Presiden, sambung Pramono, stabilitas politik dan keamanan harus dirawat menjelang Pemilu 2019. "Jangan sampai demokrasi dicederai dengan tindakan anarkistis," tandas Presiden.
Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi Clark, menegaskan solidaritas sebagai sesama anggota TNI yang dilandasi semangat jiwa korsa kerap disalahgunakan prajurit untuk hal-hal yang destruktif. "Seharusnya ikuti saja koridornya melalui penegak hukum, bukan main hakim sendiri," kata Muradi, kemarin.
Penyerangan ke Polsek Ciracas diduga akibat ketidakpuasan sejumlah prajurit TNI atas penanganan pengeroyokan terhadap dua anggota TNI di halaman parkir Ruko Arundina, Cibubur, Ciracas, Jaktim, beberapa hari sebelumnya.
Wakil Kepala Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di Istana Kepresidenan, kemarin, menduga pelaku penyerangan ialah anggota TNI.
Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta Mayjen Joni Supriyanto menegaskan pihaknya melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait insiden perusakan kantor Polsek Ciracas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan polisi menangkap satu pelaku pengeroyokan berinisial AP dan kini mengejar tiga pelaku lainnya.
Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta semua pihak menahan diri. (Ths/Pol/Gol/Hym/*/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved