Butuh 1 Bulan Angkut Sampah di Pasar Agung

(KG/J-3)
13/12/2018 10:30
Butuh 1 Bulan Angkut Sampah di Pasar Agung
(MI/BARY FATHAHILAH)

PEMERINTAH Kota Depok akhirnya menyerah. Kemarin, enam truk dikerahkan untuk mengangkut sampah di tempat pembuangan liar, di Jalan Merdeka, belakang Pasar Agung, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya.

"Ini bukan pertama kalinya lahan kosong ini dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Maret lalu, kami sudah pernah membersihkannya juga, dan memasang spanduk larangan membuang sampah di lokasi ini," papar Koordinator Pengangkut Sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Agus Setiawan.

Bahkan, Wali Kota Idris Abdul Shomad juga meminta warga sekitar lokasi itu tidak membuang sampah di lahan kosong seluas 2.500 meter persegi tersebut. Warga mengabaikannya dan sampah pun sudah menumpuk lagi setinggi 7 meter. Volume sampah diperkirakan mencapai 1.400 meter kubik dengan berat 400 ton.

Untuk mengangkut sampah sebanyak itu, menurut Agus, dibutuhkan 100 truk. Mulai kemarin, enam truk diturukan ke lokasi. Setiap hari satu truk hanya bisa mengangkut 12 meter kubik sampah.

Kepala Bidang Kebersihan Kota Depok, Ayi Gumelar, memperkirakan sampah di belakang Pasar Agung itu baru bisa bersih terangkut selama satu bulan. Selain volumenya yang besar, truk juga tidak leluasa masuk ke lokasi karena sempit dan dekat rumah warga.

"Tidak mungkin bisa dituntaskan dalam 1-2 minggu untuk mengangkut sampah sebanyak ini. Sampah akan diangkut ke tempat pembuangan akhir di Kelurahan Cipayung," tambahnya,

Dia mengungkapkan Kota Depok memiliki 115 truk sampah untuk mengangkuti sampah dari ratusan tempat pembuangan sementara di 63 kelurahan pada 11 kecamatan. Selain itu, truk juga harus mengangkuti sampah dari lima pasar tradisional yang jumlahnya sangat besar, yakni Pasar Cisalak, Pasar Tugu, Pasar Agung, Pasar Sukatani, dan Pasar Keliri Muka.

Seluruh truk tidak bisa setiap hari bekerja karena ada beberapa yang rusak. "Kami sudah mengusulkan penambahan truk pengangkut sampah, tapi anggaran pemkot terbatas sehingga harus dilakukan secara bertahap," tambahnya.

Penumpukan sampah di belakang Pasar Agung itu, menurut warga sekitar, sudah berlangsung lima bulan terakhir. Selama lima bulan itu tidak ada satu pun truk sampah yang datang untuk mengurangi tumpukan.

Bau menyengat sampah menjadi makanan sehari-hari. Tidak hanya bagi warga yang beraktivitas di pasar, tetapi juga warga di RT 009 RW 02.

Lingkungan di belakang pasar itu juga makin kumuh di awal musim penghujan ini. Kubangan air bercampur sampah menyebar di banyak titik.

Sebenarnya Pasar Agung sudah memiliki tempat penampungan sampah sementara yang resmi. Namun, tanah kosong di belakang pasar itu tidak dibiarkan melompong.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya