Hilangnya Rasa di Kereta Tua

(Gana Buana/J-3)
13/12/2018 10:00
Hilangnya Rasa di Kereta Tua
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

USIA kereta rel listrik komuter Jakarta-Bekasi sudah hampir satu abad. Namun, umur lanjut itu ternyata tidak membentuk rasa kemanusiaan dan kepekaan para penggunanya.

Tidak hanya sikut-sikutan di jam sibuk, ibu tua, ibu hamil, dan anak-anak pun tidak lagi menjadi prioritas.
Selasa (11/12) pagi, misalnya, Ken Raditya, bocah berusia 4 tahun, terpaksa harus menegor seorang pria bertubuh tegap yang enggan memberikan kursi kepadanya. "Om, bagi aku tempat duduk dong, enggak malu sama anak kecil ya," celetuk Ken.

Si pria hanya menggeser pantatnya sedikit, memberi tempat untuk Ken yang bertubuh kecil. Sementara itu, ibu dan nenek Ken yang sudah renta, dibiarkan berdiri, bergelantungan.

Ken enggan duduk. Ia pun menyerahkan bagian kursinya yang hanya selebar beberapa sentimeter itu kepada neneknya. "Sudah, nenek duduk di sini saja. Omnya gak mau ngalah," keluh Ken dengan suara agak keras.

Kekesalan Ken sebenarnya terdengar banyak orang yang duduk di gerbong tujuh itu. Namun, sang pria berpakaian rapi itu tidak mengacuhkannya. Ia berpura-pura merem, sambil memeluk tas kerjanya erat-erat.

Pagi itu, rombongan Ken meluncur dari Bekasi menuju Tanah Abang. Ken dan ibunya hendak mengantar sang nenek pulang, setelah menginap di rumah mereka, di Bekasi.

Tidak hanya bagi si kecil Ken, KRL komuter yang melayani warga sejak 1925 itu juga tidak ramah untuk ibu hamil. Nurita, 27, mengaku mengalaminya saat mengandung anak pertamanya.

"Saat itu, saya berdiri di dekat perempuan muda yang duduk di bangku. Sambil makan bekal yang dibawa, ia berpura-pura tidak melihat kehadiran saya," cerita Nurita.

Ketika penumpang lain yang juga berdiri menegor gadis itu dan memintanya menyerahkan kursi untuk ibu hamil, ia hanya melengos. "Dia beralasan kakinya sedang sakit," tambah Nurita.

Vice President Manager Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunnisa menyesalkan kejadian yang menimpa Ken dan Nurita itu. "Kami sudah meminta petugas perjalanan untuk memberi imbauan agar ibu hamil, ibu tua, dan anak-anak diprioritaskan untuk mendapat tempat duduk."

Namun, ia mengakui, konsentrasi petugas perjalanan itu terpecah karena mereka juga dibebani untuk mengingatkan penumpang agar waspada dengan barang bawaan mereka, juga jarak antarperon. "Ini masalah perilaku penumpang. Selama mereka belum mau berubah, kondisinya juga tidak akan pernah berubah," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya