Hujan Hanyutkan Tumpukan Sampah ke Teluk Jakarta

Selamat Saragih
11/12/2018 20:45
Hujan Hanyutkan Tumpukan Sampah ke Teluk Jakarta
(MI/BARY FATHAHILAH)

MUSIM hujan sejak dulu sampai sekarang dampakya tidak hanya menyebabkan banjir. Peningkatan air hujan itu juga menyisakan sampah masuk ke Teluk Jakarta, Jakarta Utara.

Gundukan sampah yang mewarnai air Teluk Jakarta itu antara lain sampah plastik, kardus, sisa industri rumah tangga. Bahkan kardus dan bekas tempat tidur hanyut banyak ditemukan.

Pengamatan di lapangan, kondisi itu terlihat di sekitar belakang Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (11/12). Bau menyengat hidung tercium di sekitar kawasan itu.

Selain di kawasan Marunda, Jakarta Utara, pemandangan demikian juga ada di belakang pergudangan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) tidak jauh dari lokasi. Sampah di tempat ini cukup banyak dan memenuhi bibir pantai hingga saluran air.

Bahkan di kawasan hilir Kali Banjir Barat (KBB) daerah Penjaringan, Jakarta Utara, hamparan dan gundukan sampah sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Kembali masalah sampah di Rusunawa Marunda, menurut Rukiah, 37, salah seorang penghuni mengakui tumpukan sampah itu sudah ada sejak sepekan lalu. Mereka perkirakan sampah itu juga sebagian dibawa air hujan yang turun lebat beberapa hari belakangan ini.

"Masuknya dari saluran air sampahnya sampai ke sini," lanjut Rukiah.

Dia mengaku kondisi ini merupakan fenomena yang biasa terjadi saat musim hujan. Bahkan dia mengaku kondisi sekarang jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, kini volume sampah jauh lebih sedikit.

"Kan petugas sudah berjaga di sungai dan saluran yang menuju ke sini. Jadi ini hanya sisa-sisa saja," ungkapnya.

Lain cerita dari Sarinim, 47, warga di sekitar kampung Marunda. Dia meminta reaksi cepat petugas kebersihan untuk membersihkan. Sebab daerah itu sering digunakan sejumlah anak untuk bermain air.

"Masa anak anak kami main air sampah," kritik Sarinim terhadap petugas kebersihan.

Meski sampah itu penuh dan berlokasi dekat rusun, namun Sarinim yakin bila sampah itu bukan berasal dari Rusunawa. Setelah ada beberapa warga yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa bulan lalu, banyak warga Rusunawa Marunda yang takut membuang sampah ke sungai.

Terlebih setiap pagi dan menjelang sore, petugas kebersihan dan kelurahan melakukan pengangkutan sampah. Sampah dari rusun kemudian dibawa ke kawasan Bantar Gebang.

"Jadi kita sudah diajarkan untuk memilah sampah. Maka enggak mungkin sampah di sini dari warga rusun. Kan kita ada bank sampah untuk nabung," ujar Sarinim. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya