Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEDAGANG aneka jilbab yang menempati kios nomor 372, Nyimas Dewi Sinta, mengaku merasakan sensasi berbeda saat berjualan di jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge, Tanah Abang. Selain mendapatkan kenyamanan dengan fasilitas yang memadai, dia tidak khawatir dan waspada lagi dikejar petugas Satpol PP.
"Nyaman berdagang di sini, nggak uber petugas lagi, nggak kepanasan pokoknya rasa beda ya," kata Nyimas, saat ditemui Media Indonesia, di Skybridge Tanah Abang, Selasa (11/12).
Ia menjelaskan, lokasi kios yang ditempati trategis dekat dengan pintu keluar stasiun Tanah Abang. Meskipun demikian, penjualannya belum maksimal, bahkan turun dari biasanya. "Alhamdulillah ada, tapi belum keliatan ramai. Kemarin laku sejuta di sini, biasanya bisa sampe Rp2 juta kalau di lapak bawah," sebutnya.
Ia tak memungkiri jika pejalan kaki mulai ramai menggunakan fasilitas skybridge. Apalagi, kebanyakan dari mereka masih penasaran dengan keberadaan fasilitas baru di Tanah Abang. "Pengunjung banyak, mereka penasaran mau lihat-lihat. Jadi orang-orang masih berpencar," paparnya.
Sementara itu, Warga Pondok Kopi, Duren Sawit, Henny, mengaku sengaja ke Pasar Tanah Abang untuk berbelanja. Ia pun penasaran dengan keberadaan kios PKL di Skybridge. "Penasaran lapak pedagang pindah kemari, tadi beli jilbab di sana," jelasnya.
Untuk mengakses kios di Skybridge, kata Henny, lebih mudah dan nyaman dari stasiun Tanah Abang. Apalagi dengan mengunakan KRL di bisa langsung menuju skybridge. "Nyaman di sini, kita bisa lihat macam-macam dagangan di sini, kalau butuh dan cocok ditawar deh," lanjutnya.
Henny menjelaskan, keberadaan kios PKL di skybridge juga lebih bersih, rapi, dan tidak harus berhimpitan seperti di lokasi sebelumnya. "Dulu sesak ya, susah untuk lama-lama milih baran." pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved