Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MARKAS Besar Polri bekerja sama dengan yayasan Majelis Taklim Ad Dzikri Syifaul Qulub, Tangerang Selatan, menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertema 'Dengan Hikmah Maulid Nabi Kita Jelang Tahun Politik 2019 dengan Menebarkan Kasih Sayang yang Rahmatan Lil-alamin' di Masjid Baiturrahman, Komplek Bank Indonesia, Pamulang-Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (7/12) malam.
Dalam acara yang mayoritas dihadiri oleh kalangan ibu-ibu berseragam hijab putih-putih itu, ustazah Neneng Khoiriyah A-Bahrain sebagai pemberi tausiyah mengingatkan pentingnya ukhuwah Islamiyah bisa terjaga dengan baik. Masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia, harus mampu menjaga tali silaturahim sesama umat Islam.
Mengacu pada tema Maulid yang sedang diikuti, Neneng juga mengatakan hal yang bisa kita lakukan dalam mewujudkan Pemilu damai sebaiknya selalu berpegang teguh pada tali agama Allah, dan jangan sampai bercerai-berai hanya karena berbeda pilihan.
"Apapun pilihan kita, mau nomor satu atau dua, tetap saja kita satu, satu bangsa Indonesia, satu NKRI. Jangan terpecah belah dan jangan mudah terprovokasi oleh apa pun," ungkap Neneng, yang kerap melantunkan nyanyian dalam gayanya berceramah.
Meski bangsa Indonesia sudah dikenal dunia sebagai negara yang ramah dan memiliki tepo seliro (rasa persaudaraan) yang tinggi, masyarakatnya tetap harus diingatkan betapa pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Sebab, perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih tak jarang juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dengan mengeluarkan hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa dan merusak integritas NKRI.
"Sekarang ini zamannya hoaks, jadi kita memang harus pandai memilih mana berita yang memang benar-benar berita dan mana yang hoaks," ajak Neneng usai megikuti acara Maulid Nabi di Masjid Baiturrahman.
Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim harus tetap bersatu, apa pun pilihannya ia yakin nantinya semua pilihan yang paling baiklah yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT.
Masyarakat sebaiknya tidak menghiraukan hujatan-hujatan atau kekisruhan lainnya yang bisa memancing konflik dan perpecahan.
Bagaimana pun, menurutnya, ukhuwah Islamiyah harus lebih diutamakan.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia, yok kita sama-sama menjadikan pemilu ini pemilu yang damai. Apa pun pilihan kita kita tetap satu. Satu umat Islam," imbau Neneng.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Majelis Syifaul Qulub, Laily Nurfiana, yang berharap pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 bisa berjalan baik dan damai. Jangan sampai dengan adanya pilpres dan perbedaan pilihan menjadikan alasan untuk saling bersiteru (bertengkar) sesama majelis taklim.
Ajakan ini, menurut Laily, perlu diingatkan terus kepada masyarakat karena terkadang kita lupa dan terlena dengan keadaan. Penyampaian ajakan pemilu damai dinilainya sangat efektif apabila disampaikan melalui kegiatan-kegiatan majelis taklim. Dengan cara penyampaian yang dilakukan oleh para ulama, mereka (para anggota majlis taklim) tentunya akan lebih cepat menerima.
Kaum perempuan atau ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan majelis taklim tentunya akan lebih memahami dan berusaha menerapkannya di lingkungan keluarga masing-masing.
Kegiatan pengajian pada dasarnya tidak digunakan sebagai jalur politik, hanya saja melalui pengajian pesan-pesan yang hendak disampaikan kepada masyarakat lebih mengena. Termasuk pesan untuk tidak termakan hoaks.
Secara umum ia juga berharap siapa pun capres yang terpilih nanti hendaknya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan keamanan negara. Masyarakat juga harus mendukung Polri untuk menjaga kamtibmas di sekitar wilayah masing-masing.
Jika ada emosi yang berlebihan mungkin agak direm jangan sampai Indonesia atau umat Islam terpecah-belah.
"Kami welcome mereka sudah mau datang dan kami dengan senang hati mendukung Polri karena mereka juga inginkan negara ini damai, tertib dan aman. Jadi sebagai warga kita harus memberikan dukungan yang positif juga," ungkap Laily.
Sementara itu, mewakili pihak Mabes Polri, Kombes Pol Solehan, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan para jemaah taklim yang telah hadir untuk bisa bersama-sama memperingati hari lahirnya Nabi Besar Umat Islam, Muhammad SAW.
Tak lupa ia menyampaikan pesan-pesan kamtibmas menjelang Pemilu 2019. Menghadapi tahun politik yang semakin dekat, masyarakat diharapkan dapat menjaga persatuan dan kondisi yang aman dan damai.
"Adanya perbedaan dalam dukung-mendukung salah satu paslon bukan suatu tujuan yang dapat menjadikan terjadinya perpecahan untuk bangsa Indonesia yang akan menimbulkan stabilitas kamtibmas dalam negeri tidak kondusif," ujar Solehan. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved