PENINGKATAN 15 pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas menjadi rumah sakit (RS) tipe D disambut warga Jakarta, terutama yang selama ini kerap harus berobat ke puskesmas maupun RS. Mereka berharap kehadiran RS di tingkat kecamatan menjamin kepastian bagi warga untuk memperoleh pelayanan kesehatan lebih baik.
"Sekarang jadi enak, enggak perlu harus jalan jauh ke rumah sakit besar. Karena di puskesmas kecamatan juga bisa berobat kalau, amit-amit, harus sampai dirawat inap," kata Basuki, warga Jalan Dwi Warna I, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Puskesmas Kecamatan Sawah Besar ialah salah satu dari empat puskesmas di Jakarta Pusat yang ditingkatkan statusnya menjadi RS.
Dengan hadirnya RS tipe D, ujarnya, pasien penyakit berat semakin banyak yang tertangani dan tidak hanya mengandalkan RS besar milik pemerintah ataupun swasta.
Warga lainnya, Dede, berharap peningkatan layanan kesehatan tidak hanya sebatas pembenahan fasilitas medis. Yang tidak kalah penting ialah rasa nyaman yang diperoleh dari seluruh tenaga medis di RS tipe D tersebut. Selama ini, kata warga Karang Anyar, Sawah Besar, itu petugas di puskesmas kelurahan ataupun kecamatan kurang sabar melayani pasien. Warga pun sering mendapat jawaban kurang ramah saat bertanya kepada mereka. "Sekarang Puskesmas Kecamatan (Sawah Besar) sudah bagus karena jadi rumah sakit. Tinggal lihat servis (pelayanan) petugasnya, apakah makin bagus juga atau sama saja," kata Dede.
Maemun, 43, warga Kampung Tengah, Kramat Jati, yang sedang memeriksakan anaknya di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, juga menyambut positif perubahan puskemas itu menjadi RS. "Bagus kalau puskesmas ini jadi rumah sakit. Selama ini kan kalau mau ke rumah sakit umum, jauh. Harus ke Jalan Dewi Sartika. Namun kalau puskesmas ini jadi rumah sakit, kami enggak perlu jauh-jauh ke sana," ucapnya.
Sementara itu, Suparni, 38, warga Kelurahan Pademangan Barat berharap Puskesmas Kecamatan Pademangan yang berubah menjadi RS memperbanyak fasilitas layanan rawat inap. Itu karena sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, ia selama ini merasa kesulitan mendapatkan pelayanan rawat inap di RS.
"Saya berharap makin banyak RS, makin banyak fasilitas rawat inap. Semoga dengan makin banyaknya RS, masyarakat juga terlayani dengan lebih baik," ujar Suparni. (DA/Mal/Ths/J-2)