20 Keranjang Sampah Diangkut dari Kali Item

Haufan Hasyim Salengke
09/12/2018 15:45
20 Keranjang Sampah Diangkut dari Kali Item
Petugas membersihkan Kali Item di Kawasan Kemayoran, Jakarta, Minggu (9/12).(MI/Haufan Hasyim Salengke)

SEKITAR lima petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta berjibaku membersihkan sampah di aliran Kali Sentiong, Minggu (9/12).

Kali yang berhadapan langsung dengan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, itu juga dikenal dengan Kali Item karena airnya yang menghitam dan berbau akibat pencemaran.

Dengan alat sederhana, Rosyid dan Eka mengumpulkan sampah-sampah yang terapung di permukan kali. Kebanyak limbah rumah tangga seperti sampah botol, kaleng, plastik, kemasan minuman ringan, styrofoam, hingga pembungkus deterjen.

"Di musim hujan sampahnya cenderung lebih banyak karena limbah terbawa arus masuk ke sini dari mana-mana," ujar Rasyid saat ditemui di Jembatan Jubelee, Minggu (9/12).

Bekerja dari pagi hingga pukul 12.00 WIB, Rosyid dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan kurang lebih 20 kerangjang sampah--berat satu keranjang penuh sekitar 25 kg.

Syarif, sopir truk pengangkut sampah dari UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, mengatakan sampah-sampah tersebut selanjutnya akan diangkut ke tempat pembungan sampah transit Sentiong.

"Baru keesokan harinya sampah-sampah itu diangkut ke (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu/TPST) Bantargebang di Bekasi," kata Syarif.

 

Baca juga: Soal Hasil Pertandingan Persija, Anies: Jangan Mendahului Takdir

 

Pantauan Media Indonesia, petugas UPK Badan Air sigap melakukan kegiatan pembersihan sampah di setidaknya tiga titik utama. Yakni di dekat Jembatan Jubilee, di depan Wisma Atlet, Jembatan Mato, dan pintu air Kali Item.

Sementara itu, ratusan meter jaring hitam atau waring yang sebelumnya dipasang untuk 'menyembunyikan' pencemaran Kali Item dari mata publik telah dilepas.

Anggaran yang dihabiskan untuk pemasangan waring Kali Item yakni sebesar Rp580.833.00.

Bertepatan dengan momen Asian Games 2018 lalu, LIPI memasang sejumlah teknologi pemecah organik untuk menghilangkan bau yang timbul dari Kali Item dan mencegah pencemaran.

Namun teknologi nanobubble generator yang diberi nama LIPI Ultrafine Bubble Generator (Lutor) itu sudah tidak tampak di tempat-tempat dahulu boroperasi. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya