Tokoh Masyarakat Diajak tidak Apatis terhadap Pemilu 2019 Damai

Micom
05/12/2018 22:15
Tokoh Masyarakat Diajak tidak Apatis terhadap Pemilu 2019 Damai
(Ist)

MANTAN Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zarkasih Nur, mengajak para tokoh masyarakat baik di tingkat nasional maupun daerah untuk tidak apatis terhadap Pemilihan Umum 2019.

Menurutnya, para tokoh masyarakat harus memberikan contoh yang baik agar pesta demokrasi berjalan kondusif. Para tokoh masyarakat, lanjut Zarkasih, memiliki andil dalam mendamaikan dan menyatukan masyarakat, terutama ketika masyarakat dihadapkan pada isu hoaks dan ujaran kebencian serta berbagai hal yang berpotensi mengancam integritas NKRI dan suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019.

Sementara, masyarakat pun diharapkan lebih cerdas dan dewasa menyikapi hoaks maupun ujaran kebencian dengan memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan informasi diberbagai media massa, terutama yang berkaitan dengan para calon dan program-programnya. Ia mengajak masyarakat agar melihat program-program dari para calon yang akan dipilih sehingga tidak menyesal di kemudian hari.

"Saya berharap para tokoh masyarakat baik di tingkat nasional maupun lokal (daerah) hendaklah berbuat mendamaikan, mempersatukan, dan mempersilaturahimkan seluruh kabupaten-kabupaten yang ada. Kalau ini sudah berjalan, maka pileg dan pilpres bisa berjalan dengan baik dan damai," kata Zarkasih di kediamannya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (5/12).

Zarkasih, yang merupakan anggota Majelis A'la DPP Partai Persatuan Pembangunan dan juga aktif di bidang pendidikan dan dakwah, menambahkan bahwa masyarakat pada dasarnya sangat tergantung kepada para tokoh yang ada di tengah-tengah mereka, yang bisa dijadikan figur atau panutan. Karena itu, semua tokoh masyarakat harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat di sekitarnya.

Meski saat ini secara umum situasi masih dikategorikan sedang dalam keadaan baik, sejauh ini ia mendapati belum semua tokoh masyarakat di daerah-daerah berperan aktif. Terkadang masih ada tokoh masyarakat yang bersikap apatis dengan tidak memberikan penyadaran kepada masyarakat dalam persoalan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif.

Kondisi itu, menurut Zarkasih, seharusnya dibantu oleh para tokoh masyarakat agar suasana betul-betul kondusif. Kearifan para tokoh masyarakat dalam bersikap akan sangat diperlukan manakala hoaks dan ujaran kebencian atau hujatan yang mengatasnamakan agama bermunculan. Sebab, hoaks adalah hal yang harus dihindari karena sering memperkeruh situasi.

Ironisnya, menurut pria yang kini sudah berusia 78 tahun, hoaks justru lebih banyak diproduksi oleh orang-orang pintar dan mengetahui fakta sebenarnya dengan mengambil dan menyebarkan isu-isu yang tidak benar, misalnya menuduh seseorang itu PKI atau membenci Islam. Oleh sebab itu, Zarkasih setuju jika aparat melakukan tindakan tegas terhadap penyebaran hoaks.

"Hoaks adalah bagian yang harus dihindari karena bisa memperkeruh situasi," ungkap ayah dari sembilan orang putra yang tetap aktif memberikan ceramah di sejumlah perkumpulan pengajian.

Dalam menyikapi hujatan yang mengatasnamakan agama, ia juga mengajak para ulama untuk bersikap arif dan menghindari hujatan-hujatan. Sebab, dalam ajaran Islam, tidak seharusnya ulama mengekuarkan hujatan/ujaran kebencian, melainkan kasih sayang dan menghargai perbedaan yang ada, yang merupakan bagian dari demokrasi.

"Insya Allah, pilpres dan pileg ini bisa berjalan baik sesuai namanya Pesta Demokrasi, sebab tanpa ada demokrasi bagaimana pembangunan kita bisa menjadi baik sebagai bagian dari pembangunan nasional," ujar mantan politikus yang belakangan ini gemar olahraga senam dan renang untuk menjaga kesehatannya.

Tak lupa, tokoh yang dahulu pernah menduduki kursi DPRD, DPR RI, hingga menteri di Kabinet Persatuan Nasional ini juga memberikan imbauan kepada seluruh pihak terutama masyarakat luas agar lebih dewasa dalam berpikir dan bersikap, sehingga kedepan Indonesia bisa memiliki masyarakat yang maju dan cerdas.

"Dengan bertambahnya usia kemerdekaan bangsa Indonesia, maka meningkat pula kedewasaan bangsa dalam berpikir sehingga menjadi masyarakat yang maju dan cerdas. Jika ada sesuatu yang datang, jangan langsung diterima begitu saja. Kerjalah dengan ikhlas dan dengan semangat ukuwah Islamiyah," kata Pendiri dan Pembina Balai Pedidikan Yayasan Islamiyah Ciputat, Madrasah Tsanawiyah Aliyah, Majelis Taklim Muslimat, Majelis Taklim Al Karomah, Majelis Taklim Persatuan Kaum Ibu Ciputat, dan Ikatan wanita Nasional Tangsel. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya