Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebut adanya peningkatan volume sampah kiriman yang dibawa 13 aliran sungai yang membelah Ibu Kota. Dalam beberapa pekan terakhir saja, sedikitnya 400 ton sampah menumpuk di sungai-sungai di Jakarta lantaran hujan yang mengguyur kawasan hulu, Depok dan Bogor.
“Sampah dari permukiman terdorong arus air ke sungai, termasuk dari hulu 13 sungai dari Depok dan Bogor,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, di Jakarta, Rabu (512).
Isnawa mencatat sebelumnya sampah di kali dan waduk hanya sekitar 175 hingga 220 ton per hari. Namun, sejak musim penghujan, volume sampah di sungai-sungai mencapai sekitar 400 ton per hari. Jenis sampah yang mengotori kali umumnya plastik hingga sampah rumah tangga.
“Tidak cuma itu, sampah berupa kasur, sofa, dan peralatan elektronik juga ada,” ucapnya.
Untuk menjaga sungai agar tetap bersih, lanjutnya, pihaknya sudah meminta UPK Badan Air terus bersiaga. Penjagaan diperketat dengan menempatkan petugas di lokasi dan membaginya menjadi tiga sif jam kerja.
“Kami juga menyiagakan alat berat di beberapa lokasi tertentu,” ungkap Isnawa.
Di kesempatan berbeda, Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Barat, Imron Syahrir, mengaku penumpukan sampah di sungai itu sudah mengganggu pihaknya dalam upaya antisipasi banjir. Mesin-mesin pompa yang dipasangnya di sejumlah titik rusak lantaran sampah masuk ke mesin.
“Maka itu diperlukan kerja sama antara kami dan UPK Badan Air,” ujarnya.
Imron memberi contoh pompa di Jalan Patra, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dua pompa berkapasitas sedot 1.000 liter per detik rusak setelah tersangkut sampah. Mesin kemudian jebol dan kini tidak bisa dipergunakan sama sekali.
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan sampah di sungai merupakan permasalahan yang kerap terjadi di Jakarta.
Dia tidak sependapat apabila sampah kali disebut banyak terjadi di hulu sungai. Saat memasuki Jakarta, banyak rumah tangga yang juga kerap membuang sampah di sungai. Karena itu, pengawasan dan penindakan perlu ditingkatkan.
“Kan ada program operasi tangkap tangan, tinggal digencarkan saja,” ujarnya. (Ssr/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved