Atasi Banjir, DKI Lanjutkan Normalisasi dan Naturalisasi Sungai

Selamat Saragih
03/12/2018 17:34
Atasi Banjir, DKI Lanjutkan Normalisasi dan Naturalisasi Sungai
(ANTARA)

PENANGANAN banjir di Ibu Kota tidak hanya bergantung kepada proyek normalisasi sungai. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga akan melakukan program naturalisasi terhadap sungai di wilayah Ibu Kota guna memperkecil jumlah titik rawan banjir dan melancarkan arus air sungai.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Singapura, Tokyo dan Sydney telah menginspirasinya untuk menerapkan konsep naturalisasi pada sungai, waduk, situ dan embung di Jakarta. Sebab, saat ini pembangunan kota-kota megapolitan di dunia sudah bergerak ke arah green city. Dan, naturalisasi termasuk salah satu didalamnya.

“Sekarang seluruh dunia sedang bergerak menuju kota hijau. Coba lihat Tokyo dan Singapura. Mereka tidak lagi memiliki lahan, tapi naturalisasi tetap bisa berjalan di sana,” kata Anies di Balai Kota DKI, Senin (3/12).

Baca juga: Raih Potensi PAD, Pemkot Bekasi Siapkan Lima Strategi

Melalui naturalisasi, maka ekosistem di sungai akan terbangun. Sehingga air bisa terserap, memperlambat arus, dan mempertahankan ekosistem hijau di sekitar sungai. Hal tersebut tidak bisa terwujud jika yang dilakukan adalah betonisasi terhadap badan sungai seperti yang terjadi selama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, mengatakan naturalisasi merupakan cara mengelola kali, saluran, waduk, situ dan embung melalui konsep pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) dengan tetap memperhatikan kapasitas tampungan, serta fungsi konservasi.

“Konsep dari naturalisasi adalah untuk bisa menampung kuantitas dan kualitas air yang cukup. Dan sungai, waduk, situ dan embung menjadi tempat berkembangnya flora dan fauna. Menjaga keaslian sungai dan waduk,” kata Teguh.

Naturalisasi dilakukan dengan melihat dari kapasitas sungai atau waduk itu sendiri. Bila kapasitas sungai atau waduk untuk pengendalian banjir terpenuhi, maka bisa dilakukan naturalisasi. Juga harus melihat lahan yang tersedia untuk naturalisasi agar tidak bersinggungan dengan warga setempat.

Nantinya dalam naturalisasi, akan dilakukan penanaman pohon dan tanaman aquaponic. Pohon yang akan ditanam sejenis trembesi, flamboyan dan eucaliptus. Untuk tanaman aquaponic adalah papirus, lotus, airis dan apu. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya