Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCERAMAH dan pendiri majelis pembela Rasulullah, Habib Bahar bin Smith dengan lantang menolak meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo. Jikapun ceramahnya dinilai menghina orang nomor satu di Indonesia tersebut.
"Jika bagi kalian anggap itu suatu kesalahan, saya Bahar bin Smith tidak akan meminta maaf dari kesalahan itu saudara-saudara, pendukung Jokowi mendesak habib bahar minta maaf, tidak," kata pria kelahiran Manado itu di acara Reuni Akbar 212 di kawasan Monas Jakarta, Minggu (2/12).
Ia bahkan siap diproses secara hukum dan mendekam di penjara daripada harus meminta maaf atas penyataannya dalam ceramah tersebut.
"Saya lebih memilih busuk dalam penjara, daripada harus minta maaf. Allahuakbar, allahuakbar," sebutnya.
Beberapa hari lalu, Ketua Cyber Indonesia, Muannas Al-Aidid, dan Sekjen Jokowi Mania, Laode Kamarudin, melaporkan pria kelahiran 1985 itu kepada aparat kepolisian atas tuduhan hate speech dan penghinaan kepada Kepala Negara.
"Pendukung Jokowi melaporkan saya ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, saudara sekalian mereka melaporkan saya bahwa saya Habib Bahar telah menghina Jokowi dengan sebutan presiden Banci," terang Habib Bahar.
Pendukung Presiden Jokowi tidak menerima isi ceramahnya yang menyebutkan Jokowi pengkhianat bangsa, memberikan janji palsu dan beberapa pernyataan yang bernada kecaman.
Menurut Bahar, sebaliknya yang Jokowi tidak pernah menepati janjinya bahkan masyarakat menjadi budak di negerinya sendiri.
"Habib Bahar dalam ceramah yang dilaporkan ketika saya berceramah berkata Jokowi memberikan janji palsu kepada rakyat, memakmurkan rakyat sebelum jadi, berjanji memakmurkan rakyat menyejahterakan rakyat tetapi setelah jadi yang makmur bukanlah rakyat, yang makmur adalah orang asing, yang makmur perusahaan asing, yang makmur orang-orang barat," lanjutnya.
Selain Habib Bahar, Reuni 212 juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal, Ketua PA 212 Slamet Maarif, Camelia Malik, Ustaz Felix Siauw, dan musikus Ahmad Dhani. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved