ICMI Nilai Reuni 212 tidak Produktif

Rudy Polycarpus
29/11/2018 20:40
ICMI Nilai Reuni 212 tidak Produktif
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

MESKI menghargai hak mengemukakan pendapat, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai kegiatan Reuni Akbar 212 tidak produktif.

"Semua orang harus menghargai aspirasi. Cuma kalau terus menerus berkali-kali pakai alumni, lama-lama itu tidak produktif," kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan , Jakarta, Jumat (29/11).

Meski demikian, Jimly tidak dapat melarang aksi yang akan digelar pada Minggu (2/12) itu. Ia hanya memberi saran kepada tokoh-tokoh untuk kembali ke jalan dakwah.Sl Sebab, dakwah yang produktif itu mengajak dengan simpati dan damai. Bahkan, kata dia, dakwah itu memiliki makna lebih luas dari tabligh (menyampaikan).

"Itu dakwah yang tidak produktif. Dakwah yang produktif itu mengajak dengan simpati, mengajak dengan damai, dakwah itu maknanya mengajak lebih luas dari tabligh," tandasnya.

Ia juga mengimbau umat Islam sebaiknya tidak mengedepankan politik kerumunan. Daripada berkumpul dengan ekspresi kemarahan, Jimly menyarankan umat Islam fokus meningkatkan kualitas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta iman dan taqwa yang kuat.

"Serta bekerja, berjuang secara terorganisir untuk kemajuan bangsa. Jadi politik kerumunan itu cukup untuk ekspresi," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya