PKS-Gerindra Beda Persepsi Soal Fit and Proper Cawagub DKI

MICOM
29/11/2018 17:49
PKS-Gerindra Beda Persepsi Soal Fit and Proper Cawagub DKI
(Medcom.id)

DEWAN Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta mengundang Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI untuk bertemu pada 4 Desember 2018. Pada pertemuan itu, PKS berharap bisa menyamakan persepsi terkait pelaksanaan fit and proper test bagi kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pasalnya, hingga saat ini kedua pihak masih belum memastikan kapan dan bagaimana pelaksanaan fit and proper test tersebut. Ketua Dewan Syariah PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menuturkan sejak awal PKS memahami bahwa pelaksanaan fit and proper test mengarah pada pengenalan kandidat Wagub yang diusulkan PKS kepada Gerindra.

"Sebenarnya tim seleksi atau tim fit and proper test itu adalah awalnya bincang-bincang internal silaturahim pengenalan gitu, jadi bukan dalam konteks lulus tidak lulus," kata Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (29/11).

Baca juga: PKS Belum Ajukan Nama Penguji, Gerindra: Fit and Proper Test Belum Jalan

Saat wacana fit and proper test muncul, lanjut Suhaimi, Gerindra menyebut hal itu sebagai obrolan internal antara kandidat wagub PKS dengan Gerindra DKI.

"Disampaikan waktu itu, orang kita ngobrol aja gitu, internal aja, makanya oleh Pak Syakir langsung sambut. Tapi kalau fit and proper sampai kepada pembatalan (cawagub), terus nanti kalau enggak lulus, ada yang maju lagi, ya itu agak berbeda persepsi," kata dia.

Sementara bagi Gerindra, proses fit and proper test memiliki kerangka yang lebih baku. Gerindra bahkan melibatkan peneliti LIPI, Siti Zuhro ke dalam tim penguji."Ada calon, ditanyakan, punya bobot berapa, kesimpulannya berapa," kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif ketika ditanya soal bentuk fit and proper test kandidat Wagub DKI yang dia usulkan.

Syarif tidak membantah jika pada pertemuan awal antara Gerindra dengan PKS pada 5 November lalu, ada pembicaraan bahwa fit and proper test akan berlangsung santai. "Saya enggak bisa bantah ada pernyataan itu. Tapi yang dimaksud fit and proper enggak (santai) begitu juga. Sambil fit and proper kan bisa sambil ngobrol santai, enggak usah kaku. Makanya kita mengundang, minta kesediaan Mbak Wiwi (Siti Zuhro) dari LIPI," ucapnya.

Sementara itu, Suhaimi berharap hal-hal teknis terkait bentuk dan waktu fit and proper test bisa disepakati pada pertemuan 4 Desember nanti. "Kita berharap setelah tanggal 4 itu banyak hal yang bisa di-clear-kan. Menyamakan persepsi, mengungkapkan unek-unek, menyampaikan saran dan kritik," ujar Suhaimi.

Sebelumnya, PKS telah mengajukan dua nama kandidat wagub DKI untuk diuji. Keduanya yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto. Sementara untuk tim penguji, PKS menunjuk Suhaimi dan Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo. Adapun Gerindra menunjuk Syarif dan Siti Zuhro. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya