Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
USAMAH Hisyam mengundurkan diri sebagai anggota penasihat Persaudaraan Alumni (PA). Alasannya, gerakan tersebut sudah bergeser dari tujuan awalnya, yakni membela Surat Al Maidah Ayat 51 pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2016.
Kini, gerakan tersebut dinilai sudah terkontaminasi politik praktis.
"Ini seusai dengan Mukernas Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi). Saat Mukernas di Gunung Gede-Pangrango, seluruh kader harus netral, dan semuanya diinstruksikan untuk memilih yang taat agama," ujarnya Ketua Umum Parmusi itu saat dihubungi, Rabu (28/11).
Pada poin pertama dalam surat pengunduran dirinya, Usamah menilai PA 212 adalah wadah untuk mempersatukan umat dengan semangat aksi bela islam
"Namun memasuki tahapan Pileg dan Pilpres 2019, saya melihat arah perjuangan PA 212 tidak murni lagi. Kini lebih banyak mengarah pada tim sukses salah satu calon presiden, sehingga saya pribadi memutuskan lebih baik mengundurkan diri karena lebih membela manusia ketimbang agama" tandasnya.
Dahulu, lanjutnya, anggota dan simpatisan PA 212 juga berasal dari berbagai latar belakang. Lintas ormas, parpol, latar belakang pendidikan, juga lintas pandangan politik.
Usamah menganggap kondisi tersebut sudah tidak dapat ditemui. Terutama ketika PA 212 kental nuansa mendukung salah satu capres-cawapres.
"Begitu bicara dukung-mendukung, rusak semua ini," ujar pungkasnya seraya menambahkan Permusi tidak mengeluarkan instruksi apa pun kepada kadernya terkait rencana reuni 212.
Terpisah, Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan pihaknya belum menyepakati pengunduran diri Usamah. Ia menjelaskan bahwa pembina dan penasehat PA 212 akan membicarakan soal pengunduran diri tersebut. Selama proses itu berjalan, Usamah tetap berstatus penasihat namun nonaktif.
Sementara menanggapi rencana tandingan reuni 212 yang digagas oleh bekas pengacara Habib Rizieq Shihab Kapitra Ampera, Slamet mengatakan mengatakan pihaknya tidak akan terpancing.
"Kalau mereka buat aksi itu urusan aparat, tapi kami semua barisan 212 di bawah HRS tidak akan terpancing, tidak akan tergembosi acara itu, pada akhirnya orang akan tahu, kita siapa dan dia siapa," tegasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved