Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH sopir truk mulai kebingungan untuk menghindar dari kemacetan yang terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Pasalnya, Dinas Perhubungan Kota Bekasi mulai melarang truk bermuatan lebih dari 8 ton melintas di Jalan KH Noer Ali atau Kalimalang.
“Baru tahu saya. Nah, kalau begitu kita lewat mana, bingung juga jadinya,” ungkap salah satu sopir truk B 2431 SYA, Suprapto saat ditemui, Senin (26/11).
Baca juga: Banggar Sahkan Rp 700 Miliar untuk Jakpro
Menurut Suprapto, Jalan Kalimalang memang kerap jadi pilihan sopir truk menghindari kemacetan parah yang sering terjadi di tol Jakarta-Cikampek. Ia mengaku biasa melaju dari arah Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju Bojong Menteng, Rawa Lumbu. “Kalau macet saya suka keluar tol lewat Jalan Kalimalang,” kata dia.
Adin, sopir truk lainnya pun merasakan hal serupa. Dirinya mengaku sering keluar tol Kalimalang 2 untuk menuju wilayah Ujung Menteng, Pulogadung, Jakarta Timur. Dirinya memilih keluar tol agar tidak jauh memutar saat menuju lokasi.
“Kalau lewat tol macet terus, juga harus jauh lagi muter. Jadi saya pilih keluar tol lewat Jalan Kalimalang-Kranji-Pulogadung,” jelas dia.
Meski demikian, Adin mengaku pasrah mengikuti aturan. Sebab, bila tidak maka ancamannya pasti berurusan dengan petugas. “Saya ikut aturan saja lah,” imbuh dia.
Seperti yang diketahui, Dishub Kota Bekasi akan menindak pengendara truk bermuatan lebih dari 8 ton yang melintas di Jalan KH Noer Alie atau Jalan Raya Kalimalang. Sebab, saat ini ruas jalan tersebut dalam kondisi rusak dan diperparah dengan datangnya musim hujan.
Adapun, Dishub akan melakukan sosialisasi selama dua minggu. Aturan ini bahkan bersifat permanen dengan mempertimbangkan kemampuan daya dukung jalan.
Kerusakan badan jalan KH Noer Alie Kalimalang saat ini sudah berkategori sangat parah, setelah bergulirnya proyek pembangunan strategis nasional yakni tol layang Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Bacakayu). Kerusakan jalan terjadi mulai dari Pasar Sumber Artha hingga simpang Mal Bekasi Cyber Park (BCP). Kerusakan jalan saat ini juga diperparah dengan datangnya musim hujan sehingga membuat lalu lintas pada jam sibuk kerja semakin padat. Laju kendaraan di lokasi itu berkisar antara 0 hingga 40 kilometer per jam pada saat berlangsungnya kepadatan.
“Sopir yang melanggar akan kami berikan sanksi," ungkap Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved