Tarik Ulur Pembahasan Fit and Proper Test Calon Wagub DKI

Ferdian Ananda Majni
26/11/2018 15:43
Tarik Ulur Pembahasan Fit and Proper Test Calon Wagub DKI
(MI/Adam Dwi)

KETUA DPD Partai Gerindra M Taufik mengatakan, pihaknya belum mendapat undangan guna pembahasan lanjutan pelaksanaan fit and proper test calon wagub DKI Jakarta bersama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Mestinya ada pembahasan, ya PKS belum undang, ya sudah. Ya kan kemarin kita udah ngundang PKS, masa kita lagi yang ngundang. Yang mau siapa?," kata Taufik, di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Taufik juga mempertanyakan format seperti apa yang harus dijalankan. Pasalnya, PKS menganggap uji Wagub DKI yang ditawarkan Gerindra tidak relevan meskipun sudah ada kesepakatan sebelumnya.

"Terus mau nya sistem apa? Mau dua langsung? Wah enak, orang udah sepakat proper test. Calonnya juga dari dia, bukan dari saya," sebutnya.

Seharusnya PKS tidak perlu ragu dengan proses Fit and Proper Test Calon Wagub DKI. Kata Taufik, apalagi calon yang diajukan berpengalaman, berkompeten dan memiliki pengetahuan luas soal birokrasi Jakarta.

"Secara politik kita udah selesai. Sekarang dari dia. Terserah mau siapa yang dicalonin, bukan urusan saya. Itu urusan dia. Fit and proper itu kalau calonnya baik kenapa harus khawatir karena menghasilkan dua kandidat," terangnya.

Partai Gerindra memastikan upaya fit and proper test harus diutamakan, lanjutnya, jadi PKS harus bisa menghargai peraturan yang telah disepakati bersama.

"Dia aja yang ngomong enggak penting, buat kami penting. Kita udah ada mekanisme dan udah disepakati ada fit and proper," tuturnya.

Taufik juga tidak ingin berspekulasi terlalu jauh. Keputusan melakukan fit and proper test sudah final. Meskipun PKS menyebutkan seleksi Cawagub tidak penting.

"Saya nggak mau ambil pusing jika fit and proper test dianggap tidak penting. Dia aja yang ngomong nggak penting, buat kami penting. Kita udah ada mekanisme dan udah disepakati ada fit and proper," pungkasnya.

Sebelumnya PKS menyatakan keberatan dengan permintaan Partai Gerindra atas empat nama yang harus diajukan mengikuti uji kepatuhan dan kelayakan calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Salahuddin Uno. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya