Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perindustrian dan Energi DKI Jakarta disebut masih melakukan uji coba untuk menerapkan drainase vertikal atau sumur resapan. Sumur itu sukses menampung dan menyerap air dengan baik.
“Ya, alhamdulillah tadi hujan deras. Jadi bisa diuji karena kita menguji itu tunggu air, ya. Hasilnya sangat baik dan memuaskan,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/11).
Sejak Kamis (22/11) siang, kata Anies, dilakukan uji coba terhadap sumur serapan yang berada di sebuah lapangan terbuka. Semestinya di lapangan itu air bisa terserap dengan baik, tetapi tidak sesuai harapan, malahan justru dengan sumur serapan air hujan bisa berjalan optimal.
“Kita terima lengkap datanya. Nanti kalau sudah dirapikan kita tunjukkan betapa sebuah wilayah, bahkan itu tempat bermain yang lahan terbuka, yang sebenarnya diasumsikan bahwa tanah bisa menyerap ternyata tidak terserap dengan mudah,” kata dia.
Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu tidak merinci lokasi pembangunan sumur resap-an itu meskipun dia menyebutkan uji coba dilakukan di lapangan terbuka.
“Kita punya sebuah tempat yang kita uji. Sebelum ada vertical drainase, kemudian dibangun dan hujannya cukup deras dan rekamannya ada untuk memberikan kinerja baik sumur serapan itu,” lanjutnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta disebut berencana menambah 1.333 drainase vertikal atau sumur resapan pada 2019. Sumur resapan akan dibangun di kawasan rawan genangan.
Adapun terkait dengan pernya-taan capres Prabowo Subianto bahwa air laut di Jakarta Utara akan mencapai Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 2025, Anies mengatakan telah menyiapkan pencegahan.
Menurutnya, pencegahan jangka pendek dapat dilakukan dengan pembangunan tanggul masif di sepanjang pesisir di kawasan Jakarta Utara.
Prioritas
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Ricki Marojahan Mulia menuturkan kapasitas 1.333 sumur resapan dibuat beragam, mulai 3 meter kubik hingga 70 meter kubik.
“Drainase vertikal untuk menghilangkan genangan dan konservasi air. Selain itu, nanti memasukkan air ke dalam gorong-gorong untuk mencegah penurunan muka tanah,” ujar Ricki.
Drainase vertikal itu diprio-ritaskan dibangun di kawasan yang rawan genangan di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat, misalnya di daerah padat penduduk yang tidak ada selokan.
“Itu kan kalau hujan air enggak bisa ke mana-mana, kita bantu dengan sumur resapan,” tuturnya. Kawasan Jakarta Utara tidak termasuk dalam rencana itu. “Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara enggak karena muka air tanah sudah tinggi, kita gali setengah meter sudah ada air,” ungkap Ricki.
Sebelumnya, pengamat perkotaan Yayat Supriatna sempat mengingatkan Pemprov DKI bahwa tidak mudah membuat resapan karena kondisi tanah Jakarta sudah jenuh dan air tidak lagi mudah meresap. Fungsi sumur resapan, jelasnya, untuk mengurangi beban kerja drainase.
Air yang tumpah akan masuk ke sumur resapan dan sebagian lagi ke drainase. Penyebabnya, Kata Yayat, akibat kondisi lingkungan bangunan dan permukiman padat atau lebih dari 90% telah terba-ngun. (X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved