Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta berencana menambah 1.333 drainase vertikal atau sumur resapan pada 2019. Sumur resapan akan diba-ngun di kawasan-kawasan rawan genangan.
Pelaksana Tugas (PlT) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Ricki Marojahan Mulia menuturkan kapasitas 1.333 sumur resap-an dibuat beragam, mulai dari 3 meter kubik hingga 70 meter kubik.
"Drainase vertikal untuk menghilangkan genangan dan konservasi air. Selain itu, nanti memasukkan air ke dalam gorong-gorong untuk mencegah penurunan muka tanah," ujar Ricki ketika dihubungi, kemarin.
Drainase vertikal itu diprio-ritaskan dibangun di kawasan-kawasan yang rawan genangan di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Misalnya, di daerah padat penduduk yang tidak ada selokan.
"Itu kan kalau hujan air enggak bisa ke mana-mana, kita bantu dengan sumur resapan," tuturnya.
Kawasan Jakarta Utara tidak termasuk dalam rencana tersebut. "Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara enggak karena muka air tanah sudah tinggi, kita gali setengah meter sudah ada air," ungkap Ricki.
Ia menjelaskan telah ada sumur resapan yang diuji tahun ini. Namun, ia enggan membeberkan lokasinya.
"Kami sampaikan kalau memang sudah ada, sedang kami uji coba. Tapi, kami masih menunggu. Mohon maaf kami belum bisa sampaikan informasinya," ungkap Ricki.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan pembangunan sumur resapan menjadi salah satu rencana antisipasi banjir yang ia siapkan.
Sebelumnya, pengamat perkotaan Yayat Supriatna sempat mengingatkan Pemprov DKI bahwa tidak mudah membuat resapan karena kondisi tanah Jakarta sudah jenuh dan air tidak lagi mudah meresap. Fungsi sumur resapan, jelasnya, untuk mengurangi beban kerja drainase. Air yang tumpah akan masuk ke sumur resapan dan sebagian lagi ke drainase.
Penyebabnya, menurut Yayat, akibat kondisi lingkung-an bangunan dan permukim-an padat atau lebih dari 90% telah terbangun. Oleh karena itu, upaya untuk mencari lahan atau ruang yang memadai untuk sumur resapan yang terintegrasi dengan sistem drainase menjadi sulit diwujudkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved