Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) segera mengajukan nama-nama kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Pasalnya tim uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) cawagub DKI telah terbentuk.
“Segera ajukan nama-namanya. Tinggal masukin aja ke badan (tim penguji) biar badan itu bekerja,” ujar Taufik dalam sebuah diskusi soal Wagub DKI di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.
Gerindra dan PKS DKI masing-masing sudah memilih dua orang yang akan masuk tim fit and proper test. Gerindra memilih Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif dan peneliti senior LIPI Siti Zuhro. Sementara itu, PKS memilih Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo dan Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Abdurrahman Suhaimi sebagai anggota tim itu.
Gerindra telah sepakat bahwa kursi Wagub DKI diserahkan kepada PKS. Namun, menurut Taufik, Gerindra memiliki mekanisme di dalam partai bahwa calon yang diusung Gerindra harus dipilih melalui fit and proper test.
Taufik membantah anggapan bahwa fit and proper test justru mempersulit kandidat wagub. Menurutnya, sebagai partai yang ikut mengusung nama cawagub dari PKS, Gerindra perlu mengetahui kompetensi calon yang diusulkan. “Saya kira Gerindra tidak mempersulit juga. Apa yang mempersulit? Kalau mempersulit, Gerindra diam aja,” ucapnya.
Namun, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi belum bisa memastikan kapan surat berisi nama bakal cawagub DKI akan diajukan kepada tim fit and proper test. Ia mengatakan yang berwenang menyerahkan surat itu ialah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta.
Hingga saat ini nama kader PKS, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, jadi kandidat terkuat untuk kursi wagub itu. “Buat apa banyak-banyak? Dua saja cukup. Toh yang dipilih cuma satu. Sampai hari ini tidak ada (tambahan kandidat wagub),” kata Suhaimi.
PKS juga menilai permintaan Gerindra untuk mengajukan lebih dari dua nama pada proses uji kepatutan dan kelayakan tidak menjadi salah satu persyaratan yang dibicarakan pada pertemuan terakhir kedua pihak.
Sebelumnya, Taufik meminta PKS mengajukan empat nama untuk masuk fit and proper test.
Tidak penting
Selain tidak akan menambah kandidat cawagub, Suhaimi menilai proses uji kepatutan dan kelayakan tersebut tidak penting. Kata Suhaimi, PKS meyakini dua nama yang mereka usulkan layak menjadi Wagub DKI.
“Artinya gini, PKS sudah bisa menilai ini layak untuk bisa menjadi Wagub DKI,” kata Suhaimi.
PKS tidak ingin proses pemilihan Wagub DKI semakin panjang akibat adanya uji kepatutan dan kelayakan cawagub DKI ini. “Kami tidak ingin bahwa ini (fit and proper test) akan memperpanjang. Toh sudah diserahkan kepada PKS sehingga inilah yang diajukan oleh PKS, dua nama itu,” katanya.
Menyusul telah terbentuknya tim seleksi tersebut, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif berjanji Wagub DKI sudah diproses dan terpilih sebelum 2019. (Ssr/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved