Timbunan Sampah Berserakan di Pasar Tradisional

Kisar Rajaguguk
21/11/2018 16:00
Timbunan Sampah Berserakan di Pasar Tradisional
(Dok. MI)

TIMBUNAN sampah berserakan di Pasar Agung RT 009 RW 02 Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok. Timbunan sampah tersebut sudah terjadi sejak lima bulan terakhir. Namun hingga saat ini tak diangkut petugas kebersihan.

Dari pantauan Media Indonesia, sampah plastik, karton, sayur, buah, tulang ikan dan daging menumpuk di bagian samping hingga belakang di pasar. Hingga Rabu (21/11) siang tidak ada tindakan dari Pemerintah Kota Depok untuk mencarikan solusinya.

“Sejak Juni 2018 hingga hari ini Rabu (21/11), belum ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah disini,“ keluh Sofia Rasbun, 50, salah satu warga yang rumahnya berlokasi di belakang Pasar Agung RT 009 RW 02, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya.

Sofia mengaku, tumpukan sampah di belakang Pasar Agung diatas lahan 2.500 m2 sudah dikeluhkan warga sejak lama. Sebab selain karena menimbulkan bau yang tidak sedap, timbunan sampah juga banyak berserakan sehingga mengganggu kesehatan warga. Ia ikhawatir tumpukan sampah disana mengundang bermacam jenis penyakit.

Untuk itu, Sofia pun mendesak pengelola pasar, Dinas Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok segera mengangkut sebelum banyak warga yang terserang penyakit. 

“Kami warga minta kepeda pemerintah kota agar mengangkut tumpukan sampah itu,” ujar Sofia.

 

Baca juga: Penghentian Proyek Kereta Cepat dan LRT Jabodetabek hanya di- Area Tertentu

 

Darmanto,45, warga RT 009 RW 02, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya mengaku sudah melaporkan masalah sampah yang menumpuk di kampungnya itu kepada pihak pengelola pasar. 

“Kondisi ini udah kami informasikan ke Unit Pengelola Teknis Pasar (UPTP) setempat sehingga sampah tidak meluber kemana-mana,“ ujar Darmanto Rabu (21/11).

Menurutnya, warga sekitar sangat tertangggu dengan adanya tumpukan sampah yang ada di bagian samping dan belakang pasar tradisional itu. Akibatnya setiap warga yang melintas terpaksa menutup hidung karena bau sampah sangat menyengat.

“Saya minta sampah-sampah ini segera diangkut, jangan sampai ada warga yang terkena sakit dulu baru ada tindakan. Saat inikan Kota Depok ingin mendapatkan kembali Piala Adipura, tapi kenapa kebersihan terutama sampah yang ada di pasar tradisional Pasar Agung dibiarkan berantakan, jika ini tidak diperhatikan saya pastikan Kota Depok tidak akan mendapat Adipura,” kata Darmanto.

Kepala Unit Pengelola Teknis Pasar Agung, Biher Purba, tidak menampik jika di wilayahnya menumpuk sampah. Biher bahkan mengatakan bahwa tumpukan sampah dibelakang pasar bisa menimbulkkan pencemaran air tanah karena sampah akan meresap ke tanah.

Terkait hal ini, Biher pun mengaku telah berkirim surat langsung kepada Dinas Pergadangan dan Perindustrian Kota Depok selaku pihak yang bertaggung jawab terhadap pasar untuk mencarikan sulusinya pada Juni 2018.

Selain Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Surat serupa dikirimakn pula ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), termasuk camat dan lurah. 

“Masalah ini sudah saya laporkan melalui surat resmi. Sebab saya tidak mau dipersalahkan. Saya tak ingin bola mati di kaki saya sendiri,“ ujar Biher Rabu (21/11).

Biher mengatakan setelah berkirim surat, Kepala bidang Kebersihan DLHK Kota Depok Ayi Gumelar, sudah meninjau timbunan sampah di RT 009 RW 02, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya. 

“Setelah itu tidak ada lagi kabar lanjutan, “ akunya.

Dihubungi terpisah, Kepala bidang Kebersihan DLHK Kota Depok Ayi Gumelar mengaku lokasi pembuangan sampah di belakang Pasar Agung, RT 009 RW 02 Kelurahan Abadi Jaya, akan segera ditutup. 

“Kita secepatanya akan tutup. Kita koordinasikan dulu ke Satpol PP, camat dan lurah,“ katanya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya