Kalah Bersaing, Pasar Tradisional makin Terjepit

(KG/J-1)
21/11/2018 06:50
Kalah Bersaing, Pasar Tradisional makin Terjepit
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

PASAR tradisional di Kota Depok makin terjepit. Menjamurnya pasar modern dan jual-beli online menyebabkan pasar-pasar tradisional semakin ditinggalkan pembeli.

Sucipto, 46, salah seorang pedagang di Pasar Tugu, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, mengaku nasib dagangannya sudah di ujung tanduk. Barang jualannya sulit bersaing dengan pasar modern.

Selain kalah dari segi ragam, barang jualannya pun selalu kalah murah dari pasar modern.

"Apalagi dengan pasar online, dagangan saya harganya pasti kebanting," kata Sucipto, Selasa (20/11).

Ayah dari empat anak yang sudah berdagang sejak 1990-an itu tak menutup mata, beralihnya masyarakat ke pasar modern karena dari segi layanan sangat memuaskan.

"Belanja di pasar modern itu bersih dan nyaman. Beda dengan pasar tradisional yang becek dan hawanya panas," ujar Sucipto yang sehari-harinya berjualan minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.

Pedagang sembako lainnya di Pasar Tugu, Wulan, 37, mengkhawatirkan pasar itu di kemudian hari akan lenyap. Apalagi di samping Pasar Tugu kini sudah berdiri dua pasar modern.

"Kami seperti tinggal menunggu waktu saja," ucap Wulan.

Kepala Tata Usaha Pasar Tugu, Tri Handoko, mengakui lima pasar tradisional di Kota Depok dalam posisi terancam. Dari segi harga saja, harga barang di pasar tradisional sulit bersaing.

Di Pasar Tugu, misalnya, harga telur ayam Rp21 ribu per kilogram lebih mahal Rp1.000. Harga telur di pasar modern sebesar Rp20 ribu per kilogram.

Begitu pun dengan beras medium, di Pasar Tugu dijual seharga Rp10 ribu per liter, sedangkan di pasar modern Rp9.000 per liter. Harga cabai merah di Pasar Tugu dijual Rp32 ribu per kilogram, di pasar modern Rp31 ribu per kilogram. Cabai rawit keriting di Pasar Tugu dijual Rp28 ribu per kilogram, di pasar modern Rp27 ribu per kilogram.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya